Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Headline

Titik Panas Kaltim Mendekati Jambi, Rudy Mas’ud Minta Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Koran Kaltim
21 September 2026
0 views
•2 min
Minimalisir dampak karhutla, Pemprov Kaltim secara tegas meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. (Foto: Istimewa)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud meminta masyarakat menghentikan aktivitas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul masih meningkatnya jumlah titik panas di sejumlah wilayah.

Permintaan tersebut disampaikan usai memimpin briefing rutin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Senin (21/9/2026).

Selain membahas penanganan karhutla, pertemuan tersebut turut membahas progres kegiatan pemerintah, penyerapan anggaran, dan pendapatan daerah.

“Yang paling utama dalam pembahasan tadi adalah karhutla. Kita perlu mengantisipasi berkaitan dengan karhutla yang terjadi di Kalimantan Timur,” ujar Rudy.

Ia menyebut, Kaltim memang belum termasuk enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat dalam penanganan karhutla. Keenam provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Meski demikian, kondisi di Kaltim tetap perlu diwaspadai. Rudy menyebut, jumlah titik panas di wilayah ini terus meningkat dan kini sudah mendekati angka yang terjadi di Jambi.

“Untuk kondisi di Kaltim saat ini masih di luar dari enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat, walaupun begitu kita perlu mengantisipasi karena hari ini titik panas yang terjadi sudah hampir melampaui Provinsi Jambi,” katanya.

Peningkatan titik panas tersebut berlangsung ketika sejumlah wilayah Kaltim masih menghadapi kondisi kering. Rudy mengatakan, mulai mengeringnya sejumlah sungai menjadi salah satu tanda bahwa kondisi lingkungan perlu mendapat perhatian lebih.

Karena itu, dirinya berharap agar hujan segera turun untuk membantu mengurangi titik panas sekaligus menekan risiko kebakaran meluas.

“Mudah-mudahan hujan ini segera turun, sehingga titik-titik panas yang terjadi di Kaltim bisa semakin berkurang,” ucapnya.

Di tengah kondisi tersebut, Rudy juga meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu munculnya titik api. Pembakaran lahan dan sampah, kata dia, perlu dihindari, terlebih pada kawasan yang kondisi lahannya masih kering.

Menurutnya, lahan yang kering akan membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi memicu kebakaran baru. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan.

“Karena itu, pencegahan sangat perlu dilakukan mulai dari tingkat masyarakat,” tegas Rudy.

Dirinya juga ingin kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar dapat membantu menekan potensi karhutla. Oleh karenanya pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan titik panas di Kaltim.

Editor: Erwin

Tags:

HeadlineBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Headline.