Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Infotainment

David Guetta Tegaskan Masa Depan Musik Dunia Ada di Teknologi AI

Koran Kaltim
14 Februari 2023
394 views
3 min
David Guetta, menggabungkan musik dengan teknologi canggih yang bakal populer di masa mendatang. (edm)

KORANKALTIM.COM - Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi saat  ini mengubah kehidupan manusia diberbagai bidang. Dengan teknologi, hal apa pun yang dulunya sulit atau bahkan tak bisa dilakukan manusia, dengan teknologi tinggi bisa dengan mudah direalisasi.

Satu diantara bidang itu adalah music, dimana teknologi yang disebut Artificial Intelligence (AI) alias Kecerdasan Buatan bisa membuat music berubah dalam sekejap. Produser musik dan disk jockey (DJ) asal Perancis, Pierre David Guetta yang popular dengan nama David Guetta, mengakui  kalau  masa depan musik ada pada AI.

Hal ini diungkapkannya setelah ia menggunakan teknologi tersebut untuk menambahkan vokal ala Eminem pada sebuah lagu baru-baru ini. David  menggunakan dua situs kecerdasan buatan untuk membuat lirik dan rap dengan gaya bintang Amerika Serikat tersebut untuk pertunjukan live.

Kendati David menegaskan ia tidak akan merilis lagu yang dikombinasikan dengan AI tersebut secara komersial, namun pria 55 tahun itu berpikir para musisi akan menggunakan AI sebagai alat untuk menciptakan suara-suara baru di masa depan. "Setiap gaya musik baru berasal dari teknologi baru," kata David com Selasa (14/2/2023) hari ini dalam perbincangan dengan  koresponden musik BBC Mark Savage, di acara Brit Awards. "Saya yakin masa depan musik ada di AI. Pasti. Tidak ada keraguan. Tapi sebagai alat bantu," tegasnya.

Dalam video yang diunggahnya pekan lalu, Guetta mengatakan ia menciptakan vokal ala Eminem sebagai lelucon namun hasilnya sangat bagus. “Dan saya tidak bisa mempercayainya," ujarnya.

Ia mengatakan mempostingnya karena hanya ingin membuka diskusi dan membawa kesadaran. “Ini sangat lucu sebenarnya, karena banyak orang bereaksi. Beberapa dari mereka berkata, 'Oh, ini jenius'. Beberapa dari mereka menjadi sangat marah kepada saya, tetapi saya tidak akan merilis rekaman tersebut,” ungkap David. "Tidak mungkin untuk berpikir ini adalah kolaborasi yang nyata, tapi kedengarannya persis seperti dia [Eminem]," jelas David.

David Guetta sendiri memenangkan penghargaan sebagai produser terbaik tahun 2022 lalu. "Tidak ada yang bisa menggantikan rasa," katanya. "Apa yang mendefinisikan seorang seniman adalah saat seseorang memiliki selera tertentu, memiliki jenis emosi yang ingin diungkapkan dan akan menggunakan semua instrumen modern untuk melakukannya," paparnya.

David membandingkan AI dengan instrumen yang telah menyebabkan revolusi musik di masa lalu.

"Mungkin tidak akan ada rock 'n' roll jika tidak ada gitar listrik. Tidak akan ada acid house tanpa Roland TB-303 [synthesizer bass] atau mesin drum Roland TR-909. Tidak akan ada hip-hop tanpa sampler,” paparnya.

"Saya pikir AI benar-benar dapat mendefinisikan gaya musik baru. Saya percaya setiap gaya musik baru berasal dari teknologi baru," tegasnya.

Beberapa fans yang bereaksi terhadap unggahannya di Twitter terkesan dengan eksperimen ini, namun ada juga yang kurang tertarik, dengan cuitan dari pengguna YouTube dan TikToker Bilawal Sidhu: "Dan inilah masalahnya dengan kondisi perkembangan AI saat ini. Kreativitas yang terbelenggu."

Variety mencatat pekan lalu lebih banyak lagu yang dibuat oleh AI menjadi viral di TikTok dalam beberapa bulan terakhir, dengan para penggemar mengambil lagu-lagu yang sudah ada dan menggunakan perangkat lunak untuk membuatnya terdengar seperti dinyanyikan oleh artis lain.


Editor: Aspian Nur

Tags:

InfotainmentBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Infotainment.