KORANKALTIM.COM – Kabar mengejutkan datang dari aktor dunia Bruce Willis. Keluarga pria yang terkenal dengan film bergenre action itu mengumumkan kalau Willis didiagnosa menderita demensia frontotemporal.
Kabar tersebut disampaikan pertengahan pekan tadi setelah Willis mengalami penyakit itu selama setahun terakhir dan membuatnya harus berhenti berakting karena penyakit yang dideritanya membuat pria 67 tahun itu mengalami afasia atau gangguan otak yang menyebabkan masalah berbicara, membaca, dan menulis.
Lalu apa sebenarnya penyakit demensia frontotemporal (DFT) itu? Dilansir dari apnews.com Minggu (19/2/2023) hari ini, ada berbagai jenis demensia dan bentuk frontotemporal memengaruhi daerah di bagian depan dan samping otak, menyebabkan masalah dengan perilaku dan Bahasa dimana afasia dapat menjadi satu diantara gejalanya.
DFT disebabkan kerusakan pada neuron, pembawa informasi otak, tetapi alasan yang mendasari kasus tertentu sering tidak jelas. Orang dengan riwayat keluarga dengan kondisi ini lebih mungkin mengembangkannya. Kondisi ini jarang terjadi dan cenderung dialami seseorang pada usia yang lebih muda dibandingkan bentuk demensia lainnya, antara usia 45 dan 65 tahun.
Apa saja gelaja DFT? Gejala yang membuat penderita penyakit ini mencakup masalah emosional dan kesulitan fisik, seperti kesulitan berjalan. Gejala cenderung memburuk dari waktu ke waktu, meskipun perkembangannya bervariasi pada setiap orang.
Pernyataan dari keluarga Willis mengatakan masalah komunikasi hanyalah salah satu gejala dari penyakit yang dihadapinya.
Sayangnya, tidak ada pengobatan untuk memperlambat atau menghentikan penyakit ini, tetapi beberapa intervensi dapat membantu mengatasi gejalanya.
Beberapa pasien menerima antidepresan atau obat untuk Parkinson yang memiliki beberapa gejala yang tumpang tindih dengan DFT. Banyak juga yang bekerjasama dengan ahli terapi wicara untuk mengatasi kesulitan komunikasi dan ahli terapi fisik untuk mencoba meningkatkan kemampuan bergerak.
Orang dengan kondisi ini lebih mungkin mengalami komplikasi akibat hal-hal seperti jatuh, cedera atau infeksi. Harapan hidup rata-rata setelah gejala muncul adalah tujuh hingga 13 tahun, menurut para peneliti.
Editor: Aspian Nur




