Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Infotainment

Sleep Call, Film Bertema Kesepian dan Pinjaman Daring yang Menghadirkan Ketegangan

Koran Kaltim
11 September 2023
545 views
5 min
Cuplikan adegan film Sleep Call yang mulai tayang di bioskop Indonesia sejak pekan lalu. (twiter)

KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Tanggal 7 September pekan lalu, film berjudul Sleep Call karya Fajar Nugros resmi tayang dibioskop-bioskop Indonesia, menghadirkan premis cerita seputar fenomena kesepian dan pinjaman daring yang cukup dekat dengan masyarakat Indonesia saat ini.

Fajar dan tim produksi lumayan berhasil meramu film suspense thriller tersebut menjadi tontonan menarik untuk disimak. Tidak sebatas menghadirkan rasa tegang, film Sleep Call juga memadukan unsur pembelajaran yang penting menjadi perhatian, yakni edukasi seputar bahayanya pinjaman daring dan bertukar pesan dengan orang tidak dikenal tanpa mengetahui latar belakangnya.

“Banyak orang berpikir melihat hantu menyeramkan. Ada banyak hal sebenarnya yang bisa bikin orang ketakutan, makanya orang berdesakan, jarang berbagi karena mereka ketakutan akan sesuatu,” kata Fajar dilansir dari Antaranews.com Senin (11/9/2023) hari ini.

Film Sleep Call mengisahkan seorang mantan pramugari bernama Dina (Laura Basuki). Namun, keadaan berubah saat ia harus menghidupi ibunya yang sedang sakit, hingga ia nekat meminjam uang dalam jumlah besar di sebuah perusahaan pinjaman daring ilegal.

Naas ia tidak mampu membayar utangnya dan dipecat sebagai pramugari dari perusahaan lamanya karena teror dari perusahaan pinjaman daring tersebut. Dina pun memutuskan untuk bekerja di perusahaan pinjaman ilegal itu sembari membayar utangnya.

Di tengah kegelisahan hidupnya, Dina mencoba menggunakan aplikasi kencan yang disarankan oleh teman kantornya. Dari sini, Dina menemukan kembali semangat hidup karena melalui aplikasi tersebut, ia rutin berinteraksi melalui panggilan video dengan seorang pria asing bernama Rama (Juan Bio One).

Setiap harinya, Dina akan melakukan panggilan video (video call) sebelum tidur dengan Rama. Mulanya, hubungan mereka hanya sebatas bertukar cerita biasa.

Lambat laun, hubungan panggilan video tersebut berubah menjadi hubungan yang lebih intens dan semakin dalam. Dina pun semakin bergantung dengan Rama dan mulai mencemaskan banyak hal kembali.

Di sisi lain, Dina sedang didekati oleh atasannya dan perasaan tidak nyaman pun muncul dari dirinya. Dina semakin bimbang, apakah harus melanjutkan hubungan nyamannya dengan Rama, seseorang yang hanya dikenalnya via dunia maya atau melanjutkan hidupnya sesuai realita.

Premis kesepian yang ditonjolkan dalam film Sleep Call menghadirkan sesuatu yang sederhana, tetapi bermakna dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Fajar cukup berhasil “menggodok” rasa kesepian tersebut melalui tokoh Dina dan tokoh-tokoh lainnya.

Rasa kesepian pun mulai marak dialami oleh generasi muda saat ini, meskipun perkembangan teknologi modern yang menghubungkan satu sama lain sudah semakin berevolusi. 

Sayang, perkembangan tersebut justru menyebabkan dua sisi yang berbeda, yakni bisa membuat hubungan antarmanusia semakin dekat, atau membuat mereka menjadi kesepian.

“Jakarta ini kota yang sibuk, sampai lupa mengenal satu sama lain,” merupakan penggalan dialog antara Rama dan Dina saat membahas betapa banyaknya orang yang acuh tak acuh satu sama lain.

Padahal Jakarta merupakan kota tersibuk di Indonesia. Bukannya semakin mempermudah menjalin hubungan satu sama lain, hal tersebut membuat orang semakin asing dengan lingkungan sekitarnya.

Tidak sebatas pada Jakarta, rasa kesepian dapat dialami oleh siapapun dari kalangan manapun. Saat Dina yang merasa teman-temannya mulai meninggalkannya karena sudah memiliki kehidupan baru, sosok Rama menjadi penyelamat dirinya atas rasa sepi yang menghinggapinya.

Meskipun tidak semua hal baik dilakukan oleh keduanya, bagi mereka rasa kesepian jauh lebih menakutkan dibandingkan harus bertukar sapa via panggilan video. Perlahan, Dina menemukan kembali semangat hidupnya dengan cara yang unik.

Saat menonton Sleep Call penonton akan melihat bagaimana naik-turunnya perasaan Dina saat mengalami rasa kesepian serta masalah yang dialaminya. Adegan kesepian one frame Dina cukup banyak ditampilkan dalam film tersebut, sehingga penonton akan lebih intens merasakan rasa sepi yang dialaminya.

Fenomena pinjaman daring sendiri adalah hal yang cukup umum terjadi saat ini. Pasalnya, masyarakat yang lebih konsumtif memicu banyaknya hal dibeli oleh mereka, tetapi kurang mempertimbangkan pendapatan yang dimiliki.

Walhasil, meminjam uang melalui layanan pinjaman daring menjadi solusi tercepat untuk membeli kebutuhan dan keperluan mereka. Walaupun tidak semua peminjam hanya meminjam uang untuk kebutuhan primer semata, tetapi fenomena tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan saat orang-orang sudah terjerat utang dengan nominal besar dan melakukan tindakan merugikan.

Dina yang bekerja di layanan pinjaman daring pun mengalami efek negatif dari fenomena tersebut. Tidak hanya dirinya, orang lain kerap bertindak nekat saat lilitan utang semakin sulit untuk dilepaskan.

Berkali-kali Fajar memperlihatkan buruknya melalukan pinjaman daring secara ilegal, sehingga melalui Sleep Call diharapkan masyarakat dapat lebih “melek” dengan edukasi finansial nonformal dari karyanya tersebut.

Dina hanya tinggal berdua bersama ibunya, sebelum sang ibu dirawat di sebuah panti, karena sosok ayah yang seharusnya melindungi mereka, tetapi membuat hidup mereka seperti di neraka. Dalam beberapa adegan kilas balik, Fajar menyelipkan kisah kelam hubungan keluarga Dina tersebut.

Melalui perjalanan panjang yang dialaminya, Dina tumbuh bersama trauma masa lalunya yang kerap datang tanpa peringatan. Ia pun harus mengatasi trauma yang dialaminya seorang diri karena tidak ada lagi tempatnya bersandar.

Namun, semua itu berubah sejak ia mengenal Rama. Perlahan, bayang-bayang trauma masa lalunya lebih jarang dialaminya dan Dina menemukan solusi menenangkan diri melalui teh.

Alih-alih kopi, Rama mengajak Dina untuk menyelami rasa teh lebih dalam dengan menghirup aroma teh saat cemas. Dina pun mulai menggunakan kantong teh celup sebagai sarana untuk menenangkan dirinya.

Unik dan terlihat sederhana. Lagi-lagi ide sutradara Fajar untuk memasukkan kantong teh celup di dalam cerita menjadikan “Sleep Call” semakin unik dan berbeda dari film lainnya.


Editor: Aspian Nur

Tags:

InfotainmentBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Infotainment.