KORANKALTIM.COM - Secara tak terduga, grup band Radiohead masuk ke tangga lagu Billboard Hot 100 dengan lagu berjudul "Let Down". Hal itu sekaligus jadi tonggak sejarah bagi band asal Inggris itu yang menandai singel keempat mereka dengan meraih pengakuan di Amerika Serikat.
Lagu ini, yang awalnya dirilis pada tahun 1997 sebagai bagian dari album OK Computer , debut di posisi ke-96 di tangga lagu atau hampir tiga dekade setelah dirilis dan siapa sangka kebangkitan Radiohead terjadi setelah momen viral di TikTok yang diikuti oleh beberapa sinkronisasi di televisi dan film, termasuk episode terakhir musim pertama dalam serial televisi drama The Bear.
Kebangkitan "Let Down" dari band yang diperkuat Thom Yorke (vokal utama, gitar ritmis, piano), Jonny Greenwood (gitar utama, keyboard), Ed O'Brien (gitar, vokal, perkusi ), Colin Greenwood (gitar bas) dan Phil Selway (drum, perkusi) ini dikaitkan dengan kampanye media sosial yang viral baru-baru ini, yang mendorong peningkatan signifikan dalam streaming digital dan penjualan lagu tersebut.
Selama sepekan berikutnya, singel ini meraih 2,2 juta streaming dan 2.000 unduhan di seluruh negeri, angka yang memungkinkannya masuk ke Hot 100. Fenomena ini mencerminkan dampak platform digital dan tren daring terhadap katalog artis-artis ternama, bahkan bertahun-tahun setelah perilisan aslinya.
Hingga saat ini, Radiohead baru berhasil memasukkan tiga lagu ke dalam tangga lagu Hot 100: "Creep" pada tahun 1993, "High and Dry" pada tahun 1996 dan "Nude" pada tahun 2008.
Masuknya "Let Down" ke dalam tangga lagu ini merupakan contoh langka dari pengakuan yang terlambat untuk sebuah lagu yang pada saat itu belum dirilis sebagai singel utama di Amerika Serikat. Album OK Computer dianggap sebagai salah satu karya band yang paling berpengaruh, karena telah mengukuhkan status mereka dalam sejarah musik alternatif.
Kesuksesan "Let Down" yang kembali hadir di saat lagu-lagu klasik lainnya mengalami lonjakan serupa akibat fenomena viral. Dinamika tangga lagu telah berubah dengan konsolidasi layanan streaming dan partisipasi aktif pengguna di media sosial memungkinkan lagu-lagu dari dekade sebelumnya menjangkau audiens baru dan mendapatkan pengakuan yang tidak mereka dapatkan saat perilisan perdana.
Editor: Aspian Nur




