Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Penyintas covid-19 Berisiko Mengalami Kabut Otak, Berpengaruh pada Kognitif dan IQ

Koran Kaltim
29 Oktober 2020
418 views
2 min
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Pixabay)

KORANKALTIM.COM, LONDON - Pasien yang selamat dari COVID-19 berisiko mengalami kerusakan mental. Dalam kasus terburuk memicu penurunan kognitif setara dengan penuaan 10 tahun atau kehilangan 8,5 poin IQ. Hal ini menurut sebuah studi baru oleh Imperial College London.

Fenomena ini disebut sebagai "Kabut otak". Fenomena ini dilaporkan banyak dialami penyintas COVID-19 dalam beberapa bulan setelah sembuh dari penyakit itu. Bahkan dikhawatirkan bisa menjadi gejala cacat kognitif yang lebih serius, menurut penelitian terhadap 84.285 orang.

Imperial College London menemukan kerusakan otak yang dialami penyintas berbeda-beda tergantung tingkat keparahan penyakitnya. Hingga saat ini peneliti belum bisa memastikan berapa lama efek tersebut bertahan. Pasien yang terkena dampak terburuk seperti mereka yang membutuhkan ventilator atau dirawat dalam perawatan intensif bisa mengalami penurunan IQ 8,5 poin, setara dengan penuaan 10 tahun.

Kepala studi ini Adam Hampshire memperingatkan bahwa hasil yang "mengejutkan" tidak hanya berlaku untuk pasien yang dirawat di rumah sakit. Orang yang pulih setelah perawatan di rumah mengalami defisit rata-rata yang setara dengan penuaan lima tahun atau penurunan 4 poin IQ.

"Secara nyata, ini adalah perbedaan yang cukup besar sehingga sebagai individu Anda akan melihat dampaknya pada kemampuan untuk menangani pekerjaan normal dan kehidupan sehari-hari Anda," kata Hampshire dilansir dari Arab News pada Kamis (29/10).


Editor : Bambang Irawan

Berita ini sudah tayang di republika.co.id hari Kamis 29 Oktober 2020 dengan judul : Studi Sebut Covid-19 Bisa Buat Otak Menua Hingga IQ Turun




Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.