KORANKALTIM.COM, YERUSALEM – Jagat dunia maya Twitter hari ini diramaikan dengan taggar #PrayForPalestine dibumbui emoticon sedih, menangis, marah dan lainnya dari para netizen. Itu semua karena perlakuan tak manusiawi yang didapatkan umat muslim di negara tersebut karena saat melaksanakan ibadah tarawih juga itikaf pada Jumat terakhir di bulan suci Ramadan ini, mereka diserang tembakan gas air mata oleh polisi Israel.
Akibatnya, ratusan orang jamaah yang sedang salat Masjid al-Qiblatain di dalam Al Aqsa terluka.
Dikutip dari laman Al-Jazeera, serangan polisi Israel di depan gerbang Damaskus dan Es-Sahire Kota Tua itu membuat jamaah wanita dan anak-anak panic berhamburan menyelamatkan diri.
Lebih dari 200 jamaah yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Gerak cepat ditunjukkan Bulan Sabit Merah Palestina yang langsung menyelematkan jamaah ke rumah sakit. Tim Bulan Sabit Merah mengungkapkan dari para jamaah yang terluka ada yang kehilangan bola mata, terluka di kepala dan bagian tubuh lainnya. “Sangat mengerikan melihat hal ini,” kata mereka.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam pihak Palestina untuk tidak bermain-main dengan mereka. “Anda maupun tentara dan polisi Anda tidak bisa memenangkan pertempuran ini," ujar Netanyahu. "Apa yang terjadi di Yerusalem adalah serangan yang tidak boleh berhenti," tegasnya. Komentar pun berdatangan dari para netizen di Twitter terkait serangan ini. “Tidak perlu menjadi seorang muslim untuk membela Palestina, cukup jadi manusia,” tulis akun @dendi17.
“Mereka di sana mau beribadah aja harus bertaruh nyawa, kita yang mesjid deket males taraweh. this hurts,” kata akun @ssslemm. Semua tulisan warganet selalu menyematkan hastag #PrayForPalestine sebagai tanda duka cita untuk umat muslim Palestina dan kemarahan mereka terhadap perlakuan polisi Israel.
Editor: Aspian Nur




