Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Diserang 400 Pria Saat Perayaan Hari Kemerdekaan, Wanita Ini Ditelanjangi, Barangnya Hilang Dicuri

Koran Kaltim
22 Agustus 2021
849 views
2 min
Video viral yang memperlihatkan penyerangan terhadap wanita di Lahore, Pakistan saat perayaan Hari Kemerdekaan pekan lalu. (Foto: marca.com)

KORANKALTIM.COM, LAHORE – Kekerasan terhadap seorang wanita terjadi di Lahore, Pakistan pekan lalu, yang memicu kemarahan banyak orang di Asia. Bagaimana tidak, empat wanita jadi korban 400 pria di kota tersebut  yang menyerangnya secara membabi buta di tempat umum.

Dilansir dari Marca.com, peristiwa tragis itu terjadi di sebuah taman kota di Lahore saat keempat wanita tadi datang untuk merayakan Hari Kemerdekaan Pakistan. Mereka sedang membuat konten di akun media sosial Tiktok ketika para lelaki tersebut menyerang dengan satu diantara wanita bajunya dirobek dan ditelanjangi kemudian dilempar ke udara.

Video penyerangan terhadap para wanita yang terjadi pekan lalu viral di media sosial dan membuat polisi langsung melakukan penyelidikan. Perdana Menteri Pakistan Imran Jan sudah meminta apparat berwenang Punjabi untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini.

"Pemerintah tidak akan memaafkan satu orang pun yang terlibat," kata penasihat Jan, Said Zulfiqar Bujari, dalam akunnya di jejaring sosial Twitter Minggu (22/8/2021) hari ini.
Polisi telah membuka penyelidikan terhadap 400 pria yang menyerang wanita itu dimana mereka dari berbagai usia menyerbu dengan membabi buta, melompat pagar dan melakukan tindak kekerasan.

Si wanita yang jadi korban mengatakan kepada polisi orang-orang menyentuhnya, merobek pakaiannya, memukulinya dan melemparkannya ke udara. Tak hanya teraniaya, si wanita juga kehilangan uang, ponsel, cincin emas dan anting di telinga.

Ironisnya, kejadian itu dibiarkan begitu saja bahkan lebih banyak yang mengabadikan lewat kamera ponsel sampai akhirnya ada satu pria yang menyelamatkan wanita tadi  membantunya keluar dari taman. Juru bicara Pemerintah Punjab, Fayazul Hasan Chohan menegaskan semua yang terlibat telah diidentifikasi berkat rekaman dan menyebut insiden itu "memalukan".

Editor: Aspian Nur

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.