Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Petinju Rusia Koma Setelah Diserang Beruang Saat Memancing, Polisi Temukan Fakta Lain

Koran Kaltim
26 Oktober 2021
881 views
3 min
Beruang yang ditemukan tewas karena disebut kena tikam pisau dan tembakan dari Ilya Medvedev. (Foto: gettyimages)

KORANKALTIM.COM, MOSKOW – Nasib Ilya Medvedev, petinju berusia 23 tahun asal Rusia yang dikabarkan mengalami luka setelah diserang beruang bisa jadi akan berubah dari berstatus korban menjadi tersangka.

Itu kalau investigasi dari polisi bisa membuktikan kalau petinju profesional itu ternyata sedang berburu beruang dan masuk dalam kawasan terlarang untuk berburu di tepi Sungai Irtysh di Rusia.

Dilansir dari laman mundo.sputniknews.com Selasa (26/10/2021) hari ini, kronologis kejadian menurut versi Medvedev dirinya sedang memancing bersama Vyacheslav 'Slava' Dudnik, temannya ketika tiba-tiba seekor beruang cokelat menyerang mereka pada hari Minggu (24/10/2021) lalu.

Dudnik tewas dalam serangan beruang itu sementara Medvedev mengalami luka parah. Serangan beruang cokelat itu pertama kali diketahui seorang pemancing lain bernama Denis Chebotar. “Saya mendengar teriakan. Mereka berteriak beruang, setelah itu terdengar suara tembakan. Ketika saya sampai di tempat itu, saya melihat Slava sudah meninggal,” katanya.

Masih menurut versi Medvedev dan Chebotar, dirinya  berusaha menembak beruang yang membunuh Slava namun pistol yang dipegangnya terjatuh yang memaksanya bertarung dengan pisau sampai akhirnya beruang itu tewas karena ditikam berkali-kali oleh Medvedev setelah sempat terkena tembakan dari pistol yang digenggam sang petinju.

Hanya dua hari berselang setelah kejadian itu, polisi bisa mengubah cerita lain. Hasil investigasi  menemukan fakta kalau Medvedev dan temannya bukan sedang memancing melainkan memang berburu hewan yaitu beruang yang tewas tersebut.

Medvedev sendiri saat ini masih berada di rumah sakit dalam kondisi koma dengan Presiden Federasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) Rusia, Umar Kremlev  menanggung biaya perawatan petinju itu bersama dengan Federasi Tinju Rusia.

Polisi sudah melakukan perjalanan bersama dengan anggota departemen untuk perlindungan alam ke tempat kejadian yang terletak di cagar alam.

Sekitar 150 meter dari tepi sungai, polisi saat itu menemukan tubuh Slava dan beruang yang berusia sekitar empat tahun dalam kondisi mati berlumuran darah.

Namun sekitar 30 meter dari penemuan itu, polisi menemukan tempat tinggal sang beruang cokelat dengan darah dan banyak peluru senapan berhamburan.

Kesimpulan dari para penyelidik, beruang itu ditembak dari jarak dekat dan berusaha membela diri. Polisi saat menggeledah Medvedev juga menemukan senjata yang tidak terdaftar yang itu artinya sang petinju bersama temannya diindikasikan sebagai pemburu sebagai tujuan awal bukan memancing.

Kepala Departemen Perlindungan Alam Moskow Aleksandr Chusovlyanov, kepada wartawan menegaskan  siapa pun yang memasuki cagar alam dengan bersenjata otomatis dianggap sebagai pemburu.

"Jelas beruang itu berada di habitat aslinya dan tidak dapat disalahkan. Satu-satunya pelakunya di sini adalah manusia. Konsekuensinya menyedihkan: salah satu dari mereka mati, dan yang lainnya mati. yang lain mungkin akan cacat seumur hidupnya," ungkap Chusovlyanov. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam atas kejadian ini.

Editor: Aspian Nur

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.