KORANKALTIM.COM – Perang terhadap para perusak lingkungan termasuk di dalamnya barang-barang yang tidak terurai terus digemakan di seluruh dunia.
Di Eropa, perusahaan tembakau penghasil rokok akan dipaksa untuk membuang atau tidak lagi menggunakan filter plastik di dalam rokok sebagai bagian dari gerakan hijau lingkungan tersebut.
Para petinggi di negara-negara Eropa terutama mereka yang duduk di parlemen mengobarkan perang terhadap barang-barang yang dibuang dengan puntung rokok yang tidak dapat terurai secara hayati jadi satu diantaranya.
Perokok dan perusahaan tembakau akan dimintai pendapatnya dalam konsultasi yang akan segera diluncurkan untuk memberi mereka kesempatan mencari solusi terhadap hal tersebut.
Gelas plastic dan tisu basah juga semuanya akan dilarang untuk digunakan demi menghentikan polusi di dunia baik polusi udara maupun laut.
Langkah itu merupakan pencegahan dan akan membendung gelombang limbah beracun yang menyumbat lautan dan sungai di dunia yang bisa membunuh hewan dan merusak lingkungan.
“Plastik merusak lingkungan dan menghancurkan satwa liar. Pemerintah telah mengobarkan perang terhadap plastik yang tidak perlu dan boros, melarang pasokan sedotan plastik, pengaduk dan cotton buds (pembersih telinga),” papar George Eustice, Sekretaris Negara untuk Urusan Lingkungan, Pangan, dan Pedesaan di Britania Raya.
“Sudah saatnya meninggalkan budaya membuang kita untuk selamanya,” imbuhnya dilansir dari laman Thesun.co.uk Minggu (21/11/2021) hari ini.
Downing Street juga masih berkonsultasi tentang pelarangan piring dan pisau dan garpu plastik sekali pakai, serta cangkir dan wadah polistiren di Inggris.
Saat dibilas, tisu basah yang mengandung plastik menciptakan gunungan lemak raksasa yang menyumbat selokan dan sungai.
Sedotan plastik, pengaduk, dan cotton bud sudah dilarang. Tetapi orang Inggris masih membuang miliaran plastik sekali pakai setiap tahun. Sebanyak 1,1 miliar piring sekali pakai dan 4,25 miliar sendok garpu plastik dibuang di Inggris tahun lalu.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sangat ingin menyapih bangsa dari plastik sekali pakai sebagai bagian dari upayanya untuk membersihkan planet bumi.
Editor: Aspian Nur




