Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Suku Maya dan Kalender Berakhirnya Dunia yang Ternyata Tak jadi Nyata

Koran Kaltim
22 Desember 2021
1.8K views
3 min
ilustrasi (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM – Masih ingat dengan ramalan Suku Maya, suku yang tinggal di Semenanjung Yukatan, Amerika Tengah yang meramalkan dunia akan hancur pada 21 Desember 2012 silam?

Teori konspirasi yang dikeluarkan Suku Maya menyebut kalau dunia berakhir pada tahun tersebut ternyata tidak benar, pun juga ramalan selanjutnya yang mengatakan delapan tahun mendatang, tepatnya pada 21 Desember 2020 tahun lalu dunia akan berakhir, nyatanya juga tidak menemui kebenaran.

“Teori gila” yang memprediksi malapetaka yang akan terjadi didorong oleh kalender Maya selama bertahun-tahun.

Lalu mengapa orang berpikir dunia akan berakhir pada 21 Desember? Dilansir dari laman Thesun.co.uk Rabu (22/12/2021) hari ini, seorang Penginjil Kristen yang aneh, Pastor Paul Begley meramalkan hari kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2020 dan  meramalkan hal yang sama lagi untuk tahun 2021, tepatnya pada hari Selasa (21/12/2021) kemarin, setelah  mengutip kalender Maya dan aktivitas badai matahari baru-baru untuk memperkuat ramalannya.

Menurut Pastor Begley, kalender Maya dibangkitkan lagi dan menunjuk ke tanggal tersebut sebagai bagian dari signifikansi apokaliptik,  tulisan mengenai penyataan Ilahi yang berasal dari masyarakat Yahudi 250 SM dan 100 M yang kemudian diambil alih dan diteruskan oleh Gereja Kristen.

Setelah klaim tersebut tak berhasil ketika kalender Maya habis, para ahli teori konspirasi sekarang mengatakan tanggal tersebut salah perhitungan. Belgey mengklaim bangsa Maya mungkin menderita disleksia dan mencatat tanggal yang salah.

Secara kebetulan, tanggal tersebut juga merupakan awal dari titik balik matahari musim dingin. Tak perlu dikatakan klaim Pastor Begley adalah spekulasi murni dan tidak didukung oleh bukti kuat karena Begley sendiri menyatakan tidak semua ramalannya menjadi kenyataan.

Penginjil telah membuat banyak ramalan hari kiamat di masa lalu, yang untungnya semuanya sia-sia. Lalu apa itu  kalender Maya? Kalender Maya adalah sistem kalender dan almanak yang digunakan oleh beberapa budaya di Amerika Tengah, tanggal yang kembali ke abad ke-5 SM dan masih digunakan di beberapa komunitas Maya hingga hari ini.

Kalender Maya memiliki tiga kalender terpisah yang sesuai: Hitungan Panjang, Tzolkin (Kalender Ilahi) dan Haab (Kalender Sipil). Setiap kalender bersifat siklus, artinya sejumlah hari tertentu harus terjadi sebelum siklus baru dapat dimulai. Kalender tersebut juga digunakan secara bersamaan.

Tzolkin dan Haab mengidentifikasi hari dan setiap 52 tahun terhubung, membuat putaran kalender. Tanggal Hitungan Panjang datang lebih dulu, lalu tanggal Tzolkin dan terakhir tanggal Haab. Bangsa Maya percaya alam semesta dihancurkan dan kemudian diciptakan kembali pada awal setiap siklus universal tersebut.

Lalu, apa ramalan suku Maya tentang akhir dunia? Bangsa Maya sudah meramalkan dunia akan berakhir pada 21 Desember 2012. Namun NASA membantah rumor itu. "Untuk setiap klaim bencana atau perubahan dramatis pada 2012, di mana sainsnya? Di mana buktinya? Tidak ada. Untuk semua pernyataan fiktif, apakah itu dibuat dalam buku, film, dokumenter atau melalui Internet, kita tidak dapat mengubah fakta sederhana itu,” tegas NASA.

"Tidak ada bukti yang kredibel untuk pernyataan apa pun yang dibuat untuk mendukung peristiwa tidak biasa yang terjadi pada Desember 2012," imbuh mereka.

Editor: Aspian Nur

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.