KORANKALTIM.COM – Sembilan belas hari sudah perang Rusia-Ukraina berlangsung dan sampai saat ini konflik yang menunjukkan tanda-tanda situasi akan segera berakhir berlum juga terlihat.
Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sedikitnya sudah ada 596 warga sipil tewas dan 1.067 terluka sejak dimulainya invasi dua negara pecahan Uni Soviet itu.
Konflik diprakarsai oleh Kremlin setelah memerintahkan operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.
Senin (14/3/2022) hari ini beberapa laporan didapatkan dari Ukraina. Pagi tadi Anastasiya Merkushyna, biathlete atau seorang atlet yang bertanding pada dua cabang olahraga berbeda yaitu ski air dan menembak, bergabung dengan tentara Ukraina untuk berperang melawan Rusia dan Layanan Penjaga Perbatasan Negara Ukraina dengan tujuan melindungi Ukraina dan seluruh Eropa.
Pagi tadi diketahui pasukan Rusia mengebom sebuah sekolah di kota Mykolaiv di Ukraina dimana sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan ultimatum. "Hanya masalah waktu sebelum rudal Rusia jatuh di wilayah Anda," ujar sang kepala negara dilansir dari Marca.com hari ini.
Apa yang disampaikan Zelensky sekaligus peringatan kepada NATO. “Hanya masalah waktu sebelum rudal Rusia jatuh di wilayah Anda, di rumah warga negara-negara NATO," tegasnya.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah memperingatkan kalau serangan Rusia terhadap negara yang tergabung dalam NATO sama halnya dengan memicu Perang Dunia III.
“Tahun lalu saya membuat peringatan yang jelas kepada para pemimpin NATO jika tidak ada sanksi pencegahan yang kuat terhadap Rusia, perang akan dimulai. Kami benar. Saya telah mengatakan sejak lama Nord Stream adalah senjata yang akan menghantam Eropa. Sekarang sudah jelas," kata Zelensky dalam sebuah video yang diposting di halaman Facebook-nya.
Zelensky sendiri mengaku delegasinya ingin bertemu dengan Putin. “Orang-orang menunggunya,” ucapnya. "Delegasi kami memiliki tugas yang jelas, melakukan segala kemungkinan sehingga pertemuan presiden bisa berlangsung, pertemuan yang saya yakin, orang-orang menunggu," paparnya.
Rusia sendiri dikabarkan sudah meminta bantuan militer dan ekonomi dari China, seperti yang diberitakan The New York Times. Rusia telah meminta China untuk senjata militer untuk invasi Ukraina dan bantuan ekonomi untuk menahan sanksi internasional.
Pasukan Rusia sendiri sudah melaporkan mereka telah menghilangkan 180 tentara bayaran asing dalam serangan terhadap pangkalan militer milik Ukraina. "180 tentara bayaran asing dan pengiriman besar senjata dari luar negeri telah dihilangkan,” tegas Igor Konashenkov, juru bicara militer Kementerian Pertahanan Rusia.
Hanya saja pernyataan itu langsung mendapat bantahan dari Ukraina. "Itu tidak benar. Itu murni propaganda Rusia," tegas Markiyan Lubkivski, juru bicara Kementerian Pertahanan Ukraina.
Editor: Aspian Nur




