KORANKALTIM.COM - Sebuah kitab suci atau Alkitab kecil yang hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar ditemukan di sebuah perpustakaan di Kota Leeds, Inggris selama lockdown beberapa waktu lalu.
Alkitab yang merupakan replika mini yang dibuat tahun 1911 itu dirantai sejak abad ke-16 berukuran sebesar koin itu berisi Perjanjian Lama dan Baru yang dicetak pada 876 halaman kertas India yang tipis.
Pustakawan mengatakan asal-usul Alkitab yang berukuran 1.9in x 1.3in (50mm x 35mm) adalah sebuah misteri.
Rhian Isaac, pustakawan senior koleksi khusus di Perpustakaan Kota Leeds dimana Alkitab itu saat ini berada, mengatakan buku itu merupakan Alkitab terkecil di dunia ketika dicetak, meskipun klaim itu masih diragukan.
“Kami tidak tahu darimana asal Alkitab itu karena masih misteri. Banyak item dalam koleksi kami dibeli dari waktu ke waktu atau mungkin telah disumbangkan,” papar Isaac dilansir dari laman Dailymail.co.uk Sabtu (7/5/2022) hari ini.
“Kami telah melakukan banyak pekerjaan selama lockdown untuk membuat katalog buku langka dan koleksi khusus kami. Sebelum itu, hampir tidak ada buku-buku ini yang pernah dilihat oleh siapa pun atau pernah ditemukan,” imbuhnya.
Isaac mengatakan asal-usul Alkitab adalah sebuah misteri karena hanya muncul kembali ketika staf perpustakaan memutuskan untuk melakukan survei komprehensif selama lockdown pandemic Covid-19.
Lebih dari 3.000 item baru telah dikatalogkan, termasuk beberapa yang berasal dari abad ke-15.
Di antara mereka adalah salinan Nouveau Cours de Mathematique, oleh Bernard Forest de Bélidor (1725) dan Oliver Twiss — versi rip-off dari Oliver Twist yang dicetak oleh Penny Dreadfuls.
Para pustakawan berharap Alkitab kecil dan barang-barang lain yang ditemukan akan dihargai oleh semua pengunjung dan bukan hanya untuk akademisi dan peneliti.
"Ini hal yang sangat besar bagi kami," kata Isaac. Sekarang orang bisa masuk dan menemukan juga melihatnya di perpustakaan kami,” jelas Isaac.
“Kami lebih suka buku-buku ini digunakan dan dibaca. Untuk itulah mereka dibuat dan untuk itulah kami mendorong orang untuk datang,” paparnya.
Editor: Aspian Nur




