KORANKALTIM.COM - Dahulu kala, tepatnya sekitar 47 tahun silam, Badan Antariksa Dunia Amerika Serikat, NASA, percaya pada suatu hari nanti manusia bisa tinggal di sebuah tempat raksasa berbentuk donat di luar angkasa yang bisa terbang.
Badan antariksa dari negara adidaya itu sudah merancang habitat berbentuk roda hampir lima dekade lalu yang disebut bisa menampung hingga 140.000 penduduk. Pada awal 1970-an, NASA berada di persimpangan jalan setelah menutup program Apollo dan mendaratkan astronot di Bulan.
Para ilmuwan sedang mencari tonggak eksplorasi ruang angkasa berikutnya, dengan menargetkan planet Mars bisa dijadikan tempat untuk menjelajahi koloni luar angkasa. Pada tahun 1975, NASA mengeksplorasi kemungkinan desain untuk kota luar angkasa dalam Studi Musim Panas, yang dilakukan di Universitas Stanford.
Itu bisa jadi skema paling gila yang diusulkan adalah Stanford Torus, stasiun berbentuk cincin yang akan berada di antara Bumi dan Bulan. Menurut desain NASA, Torus akan berdiameter satu mil dan berputar sekali per menit untuk memberikan gravitasi buatan.
Sekitar 10.000 sampai 140.000 orang akan tinggal di dalamnya, menjadikan Bulan dan asteroid terdekat untuk sumber daya. Mereka akan hidup di bagian dalam lingkar luar, bertani hewan dan ternak di ladang seperti yang ada di Bumi.
Energi akan dikumpulkan dari Matahari menggunakan panel surya besar, sementara cermin raksasa akan memantulkan radiasi berbahaya. Stanford Torus adalah satu dari tiga desain koloni luar angkasa yang diusulkan dalam Studi Musim Panas NASA.
Kesan seniman dari konsep tersebut dikembangkan oleh Pusat Penelitian Ames NASA dan diilustrasikan oleh Don Davis dan Rick Guidice. Kemudian-NASA Administrator James Fletcher mengatakan makalah tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi umat manusia.
“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai implikasi manusia dan ekonomi serta kelayakan teknis," ujar Fletcher. Tiga stasiun adalah ikon desain spekulatif, tetapi NASA sampai saat ini belum pernah mendekati pembangunannya.
Biaya yang sangat besar, pengangkutan material, potensi keracunan radiasi penduduk dan lebih banyak lagi tantangan yang terbukti tidak dapat diatasi menghambat proyek itu. Ide itu bahkan bukan hal baru. Pada tahun 1952, insinyur perintis NASA Wernher von Braun mempresentasikan konsep serupa untuk stasiun luar angkasa.
Namun, pada akhirnya, NASA membangun habitat luar angkasanya berupa Stasiun Luar Angkasa Internasional yang jauh lebih mewah. Laboratorium mengorbit 250 mil di atas Bumi dan merupakan rumah bagi enam astronot sekaligus dari badan antariksa di seluruh dunia.
Editor: Aspian Nur




