Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Terbawa Gelombang Laut, Kereta Emas Diduga dari Indonesia Terdampar di Pantai Tenggara India

Koran Kaltim
12 Mei 2022
992 views
2 min
Tangkapan layar dari video yang memperlihatkan penduduk desa dan nelayan setempat menarik kereta emas keluar pantai. (Foto: independent)

KORANKALTIM.COM – Angin kencang dan gelombang pasang yang tinggi yang terjadi di India Selasa (10/5/2022) dua hari lalu membawa sebuah kereta berwarna emas “berlabuh” di pantai negara bagian Andhra Pradesh, Tenggara India.

Kereta yang diyakini berasal dari negara Asia Tenggara antara Indonesia, Myanmar atau Thailand itu, terdampar di pantai Pelabuhan Laut Sunnapalli di distrik Srikakulam karena topan Asani yang menerjang Teluk Benggala.

Dilansir dari laman Independent Kamis (12/5/2022) hari ini, penduduk desa dan nelayan setempat terlihat menarik kereta yang mereka lihat itu ke tepi pantai  dengan bantuan tali yang diikatkan di sekelilingnya.

Momen itu terekam video dan beredar di media sosial  hingga viral dimana saat itu terlihat warga dari segala usia berkumpul di sekitar kereta dan mengagumi keindahan kereta itu. Sub-inspektur daerah Naupada di distrik tersebut mengatakan otoritas yang lebih tinggi sudah diberitahu dan mereka memulai penyelidikan.

“Kereta itu mungkin datang dari negara lain. Kami telah memberi tahu Intelijen dan pejabat yang lebih tinggi,” kata polisi itu kepada kantor berita ANI.

Diketahui Andhra Pradesh, kota terbesar keempat di India itu, diguyur hujan yang tak henti-hentinya disertai topan.

Peringatan dini sudah diberikan pemerintah setempat atas kejadian alam itu dimana distrik pesisir Guntur dan Krishna masuk dalam zona bahaya karena kemungkinan hujan lebat hingga sangat deras, sementara zona waspada dikeluarkan di distrik Srikakulam, Vizianagaram dan Godavari.

Perdana Menteri India YS Jagan Mohan Reddy telah menginstruksikan semua pemerintah daerah di kabupaten pesisir untuk waspada dan bersiap menghadapi dampak topan ekstrem yang bakal terjadi.


Editor: Aspian Nur

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.