Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Fakta Mengejutkan, Kucing Ternyata Pembunuh yang Ganas

Koran Kaltim
31 Mei 2022
1.7K views
3 min
Kucing. (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM – Kucing merupakan hewan yang paling dekat dengan kehidupan manusia dibandingkan dengan hewan lain.

Namun ada data mengejutkan. Berdasakan hasil penelitian dari University of Reading dan Royal Holloway University of London, Inggris, seekor kucing memiliki insting membunuh yang tinggi.

Kucing yang dipelihara di rumah bisa membunuh 34 hewan lain dalam waktu satu tahun, sementara kucing liar lebih ganas, bisa membunuh 270 juta hewan per tahun.

Kucing yang tinggal di pinggiran kota tetapi dikelilingi oleh rumah-rumah dan jauh dari habitat alami masing-masing bisa membunuh rata-rata 15 binatang lain terutama burung.

Meski pun kucing sudah diberi tanda pengenal, yang kebanyakan adalah bel di leher, tapi itu bukanlah penghalang bagi mereka untuk ganas terhadap burung juga tikus serta beberapa hewan lain seperti ular.

“Kucing adalah spesies non-pribumi. Mereka mencapai kepadatan tinggi yang luar biasa dan tidak wajar, terutama untuk kucing liar yang tinggal di lingkungan pinggiran kota,” ujar Dr Rebecca Thomas dari Royal Holloway University of London, seperti dilansir dari laman Dailymail.co.uk Selasa (31/5/2022) hari ini.

Di Inggris sendiri diperkirakan ada 9,5 juta kucing peliharaan. Dan bukan hanya pembunuhan langsung terhadap mangsa yang menjadi masalah, namun kehadiran kucing saja di suatu daerah dapat memiliki apa yang dikenal sebagai “efek ketakutan yang mematikan” yang kemudian berdampak pada jumlah hewan di masa depan.

“Kehadiran pemangsa seperti kucing dapat menyebabkan satwa liar mengubah perilaku mereka, baik mengurangi makan dengan cara kewaspadaan tinggi atau menjauh dari sarang,” papar Dr Tara Pirie penulis utama penelitian itu yang sekarang tinggal di University of Surrey.

“Kucing juga dapat membawa penyakit seperti Toxoplasma gondii yang dapat ditularkan ke satwa liar dan jelas itu mengurangi tingkat kelangsungan hidup mereka,” imbuhnya.

Untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Landscape and Urban Planning, tim melacak pergerakan dan jumlah mangsa yang dibawa pulang oleh 79 kucing yang tinggal di Berkshire dan Hampshire, selama periode satu tahun.

Mereka membandingkan tingkat pemangsaan mereka yang tinggal dalam jarak 100 meter secara alami dan mereka yang tinggal sekitar 1 kilometer darinya.

Hewan peliharaan berkelana rata-rata 3,42 hektar di sekitar rumah mereka, sementara yang lain berkeliaran di 2,01 hektar. “Ekstrapolasi sederhana berdasarkan tingkat pemangsaan yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan ada 9,5 juta kucing peliharaan di Inggris Raya dapat membunuh di wilayah 160-270 juta individu mangsa per tahun,” ujar tim peneliti dalam tulisan mereka.

“Kucing domestik membawa kegembiraan dan persahabatan yang luar biasa bagi pemiliknya, dengan manfaat untuk kesehatan mental dan kesejahteraan. Tetapi mereka juga menyebabkan hilangnya puluhan juta hewan setiap tahun melalui predasi, yang dalam beberapa kasus mungkin melampaui masalah kesejahteraan hewan dan menjadi masalah konservasi,” paparnya.

“Hanya dengan memahami kemungkinan dampak ekologis negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kucing peliharaan terhadap keanekaragaman hayati lokal mereka si pemilik dapat mulai mengembangkan pendekatan yang tepat agar kucing peka terhadap lingkungan,” jelas Dr Pirie.

Penelitian sebelumnya telah menemukan fakta  penggunaan lonceng di leher kucing memang membantu mengurangi pembunuhan dan mungkin kucing dalam penelitian mereka adalah pemburu yang sangat baik dan pemiliknya memasang benda itu karena mereka menyadarinya.

Memberi kucing makanan nyatanya tak mengurangi minat kucing untuk berburu hewan lain.
“Masuk akal, karena kucing tertarik dengan gerakan yang mana itu memicu perilaku berburu kucing,” pungkas Dr Pirie.

Editor: Aspian Nur

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.