KORANKALTIM.COM – Ikan air tawar yang diyakini para ilmuwan sebagai ikan terbesar di dunia berhasil ditangkap nelayan dari negara Kamboja.
Nelayan lokal Bernama Moul Thun berusia 42 tahun itu memancing Sungai Mekong, Kamboja dan kailnya berhasil menjerat ikan pari besar yang beratnya mencapai 661 pon dengan panjang 13 kaki.
Keberhasilan Moul Thun mendapatkan ikan ini membuatnya memecahkan rekor air tawar besar sebelumnya yaitu ikan lele yang ditemukan di Thailand pada tahun 2005 dengan berat mencapai 646 pon.
Ikan pari yang dijuluki Boramy atau Bulan Purnama dalam bahasa Khmer itu terjerat kail di Sungai Mekong yang terkenal sebagai tuan rumah berbagai spesies ikan besar.
Sebuah tim ilmuwan dari proyek penelitian Wonders of Mekong membantu menandai, mengukur, dan menimbang ikan tersebut sebelum dilepaskan kembali ke sungai.
Tanda yang dipasang di tubuh ikan pari raksasa itu nantinya akan mengeluarkan sinyal, memungkinkan para ahli untuk memahami perilaku ikan pari di seluruh sungai besar yang berada di sungai Tiongkok, Myanmar, Laos Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Perangkat yang terpasang tersebut akan mengirimkan informasi pelacakan tahun depan.
Sungai Mekong sendiri adalah rumah bagi beberapa spesies ikan air tawar raksasa namun tekanan lingkungan yang meningkat membuat mereka akhirnya harus mencari kawasan baru.
Secara khusus, para ilmuwan khawatir program besar pembangunan bendungan dalam beberapa tahun terakhir di beberapa negara secara serius mengganggu habitat ikan itu berada.
“Ikan besar secara global terancam punah. Mereka adalah spesies bernilai tinggi yang membutuhkan waktu lama untuk menjadi dewasa. Jadi jika mereka dipancing sebelum dewasa mereka tidak memiliki kesempatan untuk bereproduksi,” ujar Zeb Hogan, peneliti di Sungai Mekang dilansir dari laman Dailymail.co.uk Selasa (21/6/2022) hari ini.
"Banyak dari ikan besar ini bermigrasi, sehingga mereka membutuhkan area yang luas untuk bertahan hidup. Mereka dipengaruhi oleh hal-hal seperti fragmentasi habitat dari bendungan. Ada sekitar 70 persen ikan air tawar raksasa secara global terancam punah dan semua spesies Mekong, sebut Hogan lagi.
Hogan telah mencari dan mendokumentasikan 'megafishes' selama hampir 20 tahun, bepergian ke seluruh dunia dengan harapan melihat makhluk yang sulit dipahami ini untuk dirinya sendiri.
Namun, sebagian besar karyanya didasarkan pada kisah-kisah yang diceritakan oleh nelayan lokal yang mengaku telah melihat langsung monster sungai dan itu semua berubah tanggal 13 Juni kemarin saat ikan pari besar itu ditangkap.
Setelah Thun berhasil mendapatkan ikan raksasa itu dan memecahkan rekor, dengan cepat dia menginformasikan kepada ilmuwan yang berada di sungai hanya dalam beberapa jam.
Tim mengambil ikan besar itu dengan terpal besar, menarik kerumunan orang ke sungai dan mulai mengukurnya dari hidungnya ke ekornya.
Ikan pari berjenis kelamin betina itu ditemukan dalam keadaan sehat dan merupakan spesies ikan pari yang sama yang umumnya ditemukan di seluruh Sungai Mekong.
“Ikan pari raksasa adalah ikan yang sangat kurang dipahami. Namanya, bahkan nama ilmiahnya, telah berubah beberapa kali dalam 20 tahun terakhir,” kata Hogan yang juga seorang ahli biologi ikan di University of Nevada.
"Ini ditemukan di seluruh Asia Tenggara, tetapi kami hampir tidak memiliki informasi tentangnya. Kami tidak tahu tentang sejarah hidupnya. Kami tidak tahu tentang ekologinya, tentang pola migrasinya,” jelasnya.
Selain kehormatan telah menangkap pemecah rekor, nelayan yang beruntung itu diberi kompensasi berupa uang dengan $600 atau hampir mencapai Rp10 juta.
Editor: Aspian Nur




