Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Pneumonia Misterius Hantui Warga Argentina, Sudah Terjadi Empat Kasus Kematian

Koran Kaltim
4 September 2022
399 views
2 min
Pemerintah Argentina melaporkan sudah empat warganya mengalami kematian akibat Pneumonia misterius. (Foto: Istockphoto)

KORANKALTIM.COM - Pemerintah Argentina melaporkan empat kasus kematian akibat pneumonia misterius pada Sabtu (3/9) waktu setempat.

Empat kematian tersebut terjadi di salah satu rumah sakit di Kota San Miguel, Provinsi Tucuman. Mereka diketahui terserang infeksi paru-paru yang sangat langka.

Kasus kematian teranyar menimpa seorang pria berusia 48 tahun dan wanita 70 tahun pada Sabtu pagi. Pasien pria dilaporkan memiliki komorbid, sementara pasien wanita disebut telah menjalankan prosedur operasi.

Sementara itu, tujuh kasus bergejala lainnya juga telah ditemukan. Semuanya ditemukan di kota yang sama. Dari tujuh itu, empat diantaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan bantuan pernapasan.

"Sementara tiga lainnya menjalani perawatan di rumah dengan pengawasan tenaga medis, semuanya mengalami gejala ringan," ujar Menteri Kesehatan Argentina, Carla Vizzoti, melansir AFP.

Vizzoti juga mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan penyebab infeksi. Bakteri Legionnela ditemukan sebagai penyebab utama pada pneumonia misterius yang menyerang beberapa warga di negaranya.

Sama dengan pneumonia pada umumnya, infeksi bakteri Legionnela memicu gejala seperti demam tinggi, nyeri tubuh, hingga sesak napas.

Penyakit ini telah dikaitkan dengan air yang terkontaminasi dan sistem pendingin udara yang tidak bersih. Saat wabah ini pertama kali ditemukan di Tucuman, dokter sempat menguji pasien dengan tes Covid-19 dan Hantavirus. Namun, semuanya memberikan hasil negatif.

Sampel kemudian dikirim ke Institut Malbran di Buenos Aires. Hasil penelitian laboratorium menemukan bakteri Legionnela sebagai penyebabnya.

Bakteri Legionnela sendiri digambarkan sebagai bakteri yang 'agresif'. Penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Maruly Zainuddin

 

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.