Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Indonesia Desak Israel Patuhi Gencatan Senjata, Kecam Serangan Terbaru di Gaza

Koran Kaltim
2 Februari 2026
0 views
2 min
Ledakan akibat serangan udara Israel di sebelah barat Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada Sabtu (31/1/2026) lalu. (Foto: Bashar Taleb/AFP)

KORANKALTIM.COM - Pemerintah Republik Indonesia menyoroti dampak serius pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza yang kembali menelan korban jiwa warga sipil. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia menegaskan pentingnya komitmen semua pihak, khususnya Israel, untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.

“Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut,” kata Kemlu dalam pernyataan di media sosial X yang dikutip dari Antaranews, Senin (2/2/2026).

Kemlu menilai pelanggaran sepihak terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 tidak hanya memperpanjang penderitaan warga sipil di Gaza, tetapi juga menggerus kepercayaan dan menghambat upaya menciptakan stabilitas serta penyelesaian politik yang berkelanjutan.

“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku,” tegas Kemlu RI melalui pernyataan itu.

Serangan udara Israel pada Sabtu (31/1/2026) dilaporkan menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina dan melukai sejumlah lainnya. Sasaran serangan mencakup tempat penampungan, tenda pengungsi, kantor polisi, serta apartemen hunian di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Pertahanan Sipil Gaza menyatakan serangan sejak Sabtu dini hari telah menyebabkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia, termasuk perempuan dan anak-anak. 
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, korban tewas akibat serangan Israel mencapai sedikitnya 509 orang, dengan 1.405 lainnya mengalami luka-luka.

Gencatan senjata tersebut sebelumnya mengakhiri konflik selama dua tahun yang menewaskan hampir 71.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.400 orang. (*)

Editor: Erwin

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.