Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Monyet Berwarna Jingga Lahir di Inggris, Spesies Tersisa 2.000 Ekor di Alam Liar

Koran Kaltim
16 Februari 2026
0 views
2 min
Francois, bayi berwarna jingga yang lahir di kebun binatang di Inggris. (Foto: thesun)

KORANKALTIM.COM – Seekor monyet jingga cerah yang lucu dan langka lahir di kebun binatang terbesar di Inggris. Namun hewan unik tersebut hanya dapat dilihat dengan mata kepala sendiri dalam waktu yang terbatas. Para ahli menyebut kelahiran ini sebagai ray of hope alias sinar harapan bagi spesies yang terancam punah itu.

Bayi jantan yang diberi nama François Langurs itu dilahirkan di Kebun Binatang Whipsnade, Inggris pada 1 Februari lalu namun baru diperlihatkan kepada umum pekan ini dari pejantan betina berusia 10 tahun bernama Nguyen alias dan pejantan pria berusia 9 tahun bernama Wang.  

François merupakan spesies yang terancam punah, dengan diperkirakan hanya tersisa 2.000 ekor di alam liar. Mereka asli dari China dan Vietnam Utara, diburu secara ilegal untuk daging dan tujuan pengobatan tradisional.

Anak-anak mereka lahir dengan bulu berwarna oranye mencolok yang akhirnya memudar menjadi hitam saat mereka dewasa. Tim di Kebun Binatang Whipsnade mendapat kabar tentang kelahiran tersebut dari seorang pengunjung yang antusias, yang melihat ibu Nguyen membawa bayi baru lahir itu di tangannya.

“Kami sangat senang memiliki bayi François’ langur di kelompok kami di Whipsnade,” kata Amanda Robinson, manajer bagian primata di Kebun Binatang Whipsnade melansir dari laman bbc.com Senin (16/2/2026) hari ini. 

“Kami tahu Nguyen sedang hamil, tetapi saat kami menyelesaikan putaran pagi kami pada Minggu, dia belum melahirkan. Hanya satu jam kemudian, ketika seorang pengunjung mulai menanyakan tentang ‘monyet oranye’, kami tahu itu hanya bisa berarti satu hal. Sayangnya, diperkirakan hanya tersisa 2.000 primata ini di alam liar, jadi setiap kelahiran adalah secercah harapan bagi spesies ini,”  papar Amanda.

Kera François hidup dalam kelompok yang dipimpin oleh betina, di mana semua betina ikut membantu merawat anak-anak.  

Francois bukan anak pertama Nguyen.  Dia melahirkan bayi laki-laki lain bernama Bao pada tahun 2024.  ZSL, organisasi konservasi di balik Whipsnade Zoo, merupakan bagian dari program pembiakan konservasi internasional yang bertujuan untuk meningkatkan populasi monyet François.

Editor: Aspian Nur

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.