Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Internasional

Gelombang Aksi di Iran, Warga Berduka Usai Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel

Koran Kaltim
1 Maret 2026
0 views
2 min
Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. (Foto: REUTERS)

KORANKALTIM.COM - Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Iran setelah pemerintah mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel, Minggu (1/3/2026). Peristiwa tersebut memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah serta reaksi luas dari masyarakat Iran.

Dikutip dari Antaranews, warga dilaporkan turun ke jalan di berbagai kota sebagai bentuk respons atas kabar duka tersebut. Media pemerintah Iran menyebutkan massa membawa bendera nasional dan berkumpul di pusat-pusat kota untuk menyampaikan belasungkawa.

Di Teheran, ratusan orang memadati Lapangan Inkilap sambil mengibarkan poster Khamenei dan meneriakkan kecaman terhadap AS dan Israel. Aksi serupa juga berlangsung di Qom, di mana warga berkumpul di kompleks makam Hazrat Masume untuk mengecam serangan tersebut.

Sementara itu, di Mashhad, suasana duka terlihat di kompleks Makam Imam Reza. Bendera hitam dibentangkan di atas kubah situs suci tersebut, dan para pelayat tampak menitikkan air mata saat berdoa.

Pemerintah Iran sebelumnya mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel. Dalam pernyataan resminya, otoritas menyebut pemimpin Revolusi Islam itu “gugur sebagai syahid”.

Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan kegiatan resmi selama tujuh hari.

Pejabat Iran menyatakan Khamenei berada di kantornya di Teheran ketika serangan terjadi pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Otoritas juga membantah kabar yang menyebut ia berlindung di bunker bawah tanah saat insiden berlangsung. Media pemerintah menegaskan bahwa ia sedang menjalankan tugas kenegaraan dan berada di tengah masyarakat.

Beberapa sumber di Iran melaporkan bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban, termasuk putrinya serta beberapa kerabat dekat lainnya. (*)

Editor: Erwin

Tags:

InternasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Internasional.