Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Sungai di Desa Sambungan Selatan Dikeruk

Koran Kaltim
10 April 2018
979 views
2 min
ILUSTRASI

TANA TIDUNG- Kawasan Desa Sambungan Selatan Kecamatan Tana Lia menjadi daerah yang kerap menjadi langganan banjir. Untuk mengatasinya, Senin (9/4) lalu dilakukan normalisasi sungai dengan melakukan pengerukan dasar sungai menggunakan Dana Desa (DD) dari Pemerintahan Desa Sambungan Selatan tahun 2018. 

Muluk Sulaiman, penanggungjawab kegiatan normalisasi sungai di Desa Sambungan Selatan, Kecamatan Tana Lia pada Selasa (10/4) kemarin mengatakan bahwa persoalan banjir yang menimpa Desa Sambungan Selatan menjadi rutin dan langganan setiap musim penghujan yang disertai luapan air sungai bahkan baru-baru ini warga harus merasakan banjir selama beberapa hari.

“Ada yang sampai tidak bersekolah, ada yang menunda melakukan pekerjaan setiap harinya dan berbagai aktivitas masyarakat benar-benar tidak dapat dilakukan lagi saat banjir makanya normalisasi sungai perlu dilakukan supaya masyarakat dapat kembali beraktivitas dan tidak perlu khawatir lagi kalau sudah memasuki musim hujan,” ujarnya.

Lanjut, normalisasi sendiri dilakukan sepanjang sungai yang ada di Sambungan Selatan karena banyaknya sampah, kotoran yang menyumbat sungai sehingga alirannya tidak lancar maka tak heran ketika musim penghujan datang dipastikan air sungai akan meluap akibatnya banjir kembali menimpa kawasan pemukiman bantaran sungai, warga beberapa kali mengadukan hal ini kepada pemerintah melalui instansi terkait agar mendapatkan penanganan segera.

“Warga Sambungan Selatan khususnya di bantaran sungai tentu saja menanggapi positif normalisasi sungai karena mereka sendiri merasa resah dengan bencana banjir yang membuat mereka khawatir setiap saat terutama saat musim hujan tiba, kita berharap normalisasi ini memang benar-benar menjadi solusi terbaik bagi masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya banjir kembali,” harapnya. (ifa)


Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.