Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Lagi, Warga Keluhkan Jalan Rusak

Koran Kaltim
14 Mei 2018
390 views
3 min
JALAN RUSAK : Jalan Desa Gunawan di Kecamatan Sesayap ini sudah lama rusak berat. Meski sudah banyak warga yang terjatuh dari kendaraan akibat jalan rusak. (korankaltara.com)

TANA TIDUNG- Akses jalan di kawasan Desa Gunawan, Kecamatan Sesayap mengalami rusak berat, dimana kubangan genangan air jalan dimana-mana dan ini telah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Padahal dengan kondisi jalan semacam ini sudah banyak warga yang melintas terjatuh khususnya kendaraan roda dua.

Kubangan jalan ini permanen sebab pada saat musim panas sekalipun kubangan jalan tetap terlihat bahkan kendaraan besar seperti truk melintas kubangan bisa merendam ban besarnya, warga setempat sudah beberapa kali mengeluhkan hal ini akan tetapi sampai saat ini belum juga ada tanggapan positif.

Nani, warga Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap pada Minggu (13/5) kemarin mengatakan bahwa ia yang setiap harinya harus melintas di kawasan Jalan Gunawan ini beberapa kali tergelincir karena tidak menyadari adanya lubang besar pada kubangan jalan tersebut makanya ia bingung mengapa jalan ini sudah bertahun-tahun tapi tak juga diperbaiki padahal jalan ini bukan hanya dilintasi oleh warga sekitar tapi warga yang ingin berurusan ke desa, kecamatan lainnya sampai keluar daerah seperti Malinau dan Bulungan.

“Saya sudah beberapa kali jatuh dari motor karena tidak menyadari kubangan jalan ternyata sangat dalam dan benar-benar berlubang karena tertutup air, keadaan seperti ini sudah bertahun-tahun tapi belum ada juga niat diperbaiki padahal sudah banyak kendaraan yang kecelakaan, Warga yang ada di Desa Gunawan sendiri mengeluhkan hal yang sama dan parahnya jalan ini tetap ada kubangan walaupun cuaca panas dan tidak ada hujan sama sekali,” ujarnya.

Nani sendiri yang setiap harinya berdagang keliling dari Desa Tideng Pale di Kecamatan Sesayap menuju desa-desa di Kecamatan Betayau dan Kecamatan Muruk Rian, dalam perjalanannya setiap hari ia harus melintas jalan di Desa Gunawan ini makanya ia sangat mengerti mengapa jalan yang sudah rusak berat ini tak kunjung diperbaiki sementara keberadaan jalan ini sangat diperlukan warga untuk beraktivitas, warga sekitar biasanya kesulitan ketika mereka akan pergi ke ladang (bertani) ataupun ingin ke tempat pengelolaan perikanan.

“Kendaraan disini banyak melintas karena aktivitas warga yang ada di desa dan kecamatan lainnya di KTT khususnya kawasan darat dari Kecamatan Sesayap, Muruk Rian dan Betayau bahkan sampai aktivitas warga yang akan keluar daerah pun setiap harinya terjadi baik pagi sampai malam hari, dengan keadaan jalan seperti ini sangat membahayakan kendaraan yang melintas,” ujarnya.

Lebih parah lagi bila musim hujan tiba kubangan akan semakin tinggi dan kendaraan roda dua tidak akan bisa melintas, nani sendiri pernah nekat melewati jalan ini saat hujan akibatnya kendaraannya langsung mati total karena lumpur dan air kubangan masuk mesin dan knalpotnya, hal ini membuatnya jera, musim hujan ia memilih tidak berdagang keliling dan memastikan sehari setelahnya barulah ia akan melakukan aktivitasnya seperti biasanya. (ifa)

Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.