NUNUKAN - Mengantisipasi masuknya penyusup di perbatasan Nunukan, sejumlah aparat dan instansi terkait mulai memperketat pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.
Pada Selasa (15/5), sekitar pukul 9.30 Wita, sejumlah TNI dan Polri, lengkap menggunakan senjata menjaga dan memeriksa penumpang yang akan turun dan naik dari Kapal Pelni KM Bukit Siguntang.
Kapolres Nunukan, AKBP Jefri Yuniardi melalui Kapolsek KSKP polres Nunukan, AKP I Eka Berlin mengatakan, bahwa tim menurunkan dua ekor anjing pelacak milik Polres Nunukan, untuk mendekteksi barang selundupan.
“Kita mengantisipasi sejak dini. Jangan sampai kecolongan. Apalagi saat ini sudah mendekati Bulan Ramadan. Jadi perlu pengawasan maksimal, “ terangnya kepada sejumlah media di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (15/5).
Dia mengimbau masyarakat di perbatasan tidak terpengaruhi dengan kasus terror bom di Surabaya.
“Kita tahu sendiri kejadian di Surabaya. Jangan sampai terjadi di Nunukan. Karena itu, kita melakukan pengamanan lebih ekstra,” pungkasnya.
Selain pelabuhan, kata dia, sejumlah pintu masuk di Nunukan bakal dilakukan pengawasan. Sebab, sebagai pulau perbatasan, Nunukan banyak memiliki jalur ilegal. “Kita juga fokus pengamanan tempat ibadah. Dan kami sangat membutuhkan bantuan masyarakat, “ kata dia.
Selain Kapal Bukit Siguntan, kata dia, Kapal Pelni lainnya juga akan dilakukan pemeriksaan. “Selain memeriksa penumpang, kita juga memeriksa semua barang bawaan penumpang. Dan pemeriksaan ini akan terus berlanjut, “ pungkas dia. (rin118)




