Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Dinkes Malinau Minta Warga Seleksi Bumbu Dapur

Koran Kaltim
1 Juni 2018
585 views
2 min
PERIKSA  :  Kepala DKPPKB Malinau John Felix saat memeriksa sejumlah kemasan di Pasar Induk Malinau Kota, Rabu (30/5).  (sulaiman / korankaltara)

MALINAU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Malinau menilai barang-barang kedaluwarsa yang ditemukan di pasar tradisional, terutama Pasar Induk Malinau Kota itu dikarenakan kurang diminati pembeli. 

“Jadi memang barang-barang kedaluwarsa yang kebetulan di temukan kemarin itu, pada umumnya bumbu-bumbu siap saji. Barang itu kemungkinan tidak laku dijual dan bertumpuk di pasar sehingga kedaluwarsa,” ungkap Kepala Dinas KPPKB Kabupaten Malinau Jhon Felix, Kamis (31/5). 

Efek barang-barang kedaluwarsa itu, menurut John, secara tidak sengaja akan menganggu saluran pencernaan ketika dikonsumsi.  “Biasanya itu langsung sakit perut, mual-mual, diare dan sembelit atau usus yang terputar bahkan kalau skala besar kemungkinan bisa dioperasi, karena ada sumbatan saluran usus,” jelasnya. 

Selain itu, lanjutnya, berdampak buuk pada bagi wanita hamil. “Jika dikonsumsi wanita hamil, tentu cukup berbahaya. Karena asupan itu bisa menyuplai kepada cabang bayi. Sehingga nutrisi bisa meracuni dan mengganggu kepada jabang bayi itu,” ungkapnya. 

Langkah pertama saat keracunan bisa segera menetralisirnya dengan minum susu dan air kelapa. “Jadi dengan dua itu yang paling mudah. Kalau mengkonsumsi obat-obatan lagi, dikhawatirkan bisa memberi reaksi yang berlawan. Jadi sarannya bisa minum susu dan air kelapa,” sebutnya. 

John menambahkan, air putih yang dikonsumsi sebanyak-banyak juga bisa merangsang racun tersebut. “Jadi secepatnya banyak minum air mineral sehingga merangsang untuk muntah. Racun yang akan masuk di fase awal menuju usus kecil dan besar tidak jadi. Karena sudah dikeluarkan oleh lambung,” bebernya. 

Selama ini, kata dia, kasus keracunan produk kemasan yang kedaluwarsa belum ditemukan di Malinau. “Sejauh ini belum ada informasi terkait keracunan. Tapi kalau diluar daerah tentu sudah kita dengar, baik dari media sosial maupun elektronik,” ungkapnya. 

Dia menginmbau masyarakat di Malinau ketika berbelanja kebutuhan rumah tangga bisa melakukan pengecekan terlebih dulu. “Saat membeli harus diperhatikan dulu,” pungkasnya. (man218)


Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.