Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Pasokan Ikan di Pasar Mulai Normal

Koran Kaltim
25 Juni 2018
394 views
3 min
Pasca lebaran Idulfitri, pasokan ikan yang sempat kosong kini mulai normal kembali meski harganya masih tinggi.

TANA TIDUNG- Setelah lebih dari sepekan mengalami kekosongan, kini pasokan ikan sudah mulai kembali normal akan tetapi harganya belum bersahabat. Sebab, rata-rata harga ikan naik Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu dari harga sebelumnya.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu pedagang ikan keliling di Ibukota Kabupaten, Hasan pada Minggu (24/6) kemarin bahwa pasokan ikan sangat sulit diperoleh dan membutuhkan biaya tambahan agar dapat disiapkan untuk penuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Tana Tidung (KTT) ini.

“Sangat disayangkan kekosongan stok ikan selama lebih dari seminggu bahkan hampir memasuki dua minggu makanya saya usahakan mengambil stok dari Talisayan, Berau (kaltim) tapi ambil pasokan secara langsung di pertambakan dan pemasok ikan darisana sebab kalau berharap mengorder setelah lebaran idul fitri sangat sulit dan tidak semua nelayan, pemasok ikan yang sudah aktif kembali berjualan,” ujarnya.

Dengan penjemputan stok ikan langsung dari kawasan daerah di Kaltim tersebut tentu saja membutuhkan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk transportasi yang ia gunakan, dan ini belum termasuk biaya makan dalam perjalanan sebab jarak tempuh dari KTT menuju ke Berau sendiri minimal butuh waktu hampir satu hari perjalanan sehingga dengan berbagai kesulitan untuk mengadakan ikan di Ibukota Kabupaten ini membuat ia harus menyesuaikan harga jualnya.

“Tentu saja disesuaikan dengan harga jual yang kami lakukan sebab berbeda ketika order langsung dengan pemasok, yang tentu saja dengan mengambil pasokan ke tempatnya sungguh membuang waktu, tenaga dan biaya, jadi jangan heran kalau harga ikan juga kami naikkan,” jelasnya.

Ia mengakui, banyaknya masyarakat yang mencari stok ikan pasca lebaran idul fitri sempat sangat disayangkan olehnya sebab banyak pemasok yang juga lagi libur panjang termasuk nelayan, bukan hanya Tarakan dan Malinau yang menjadi sasarannya mencari ikan yang diminati masyarakat KTT tapi juga hingga ke Talisayan, Berau tapi pada H+3 lebaran pasokan masih  belum ada sama sekali untuk dijual, sehingga ia nekat dalam beberapa hari terakhir menjemput pasokan begitu mendapatkan informasi jelas mengenai stok ikan yyang dapat diperjualbelikan olehnya.

“Begitu ada informasi kalau ada pasokan ikan di Talisayan saya bersama istri langsung kesana, syukur dapat stok sampai 5 kotak ikan kurang lebih hampir 100 Kilogram (kg) yang bisa dijual walaupun tidak semua jenis ikan bisa dijual, yang terpenting ada yang bisa dijual dan bisa penuhi konsumsi masyarakat disini,” paparnya.

Ikan yang diperoleh dan dijual dari Talisayan tersebut yakni ikan kakap dijual dengan harga Rp 60 ribu per Kg nya normalnya hanya Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu, sedangkan ikan teri dijual dengan harga Rp 35 ribu per Kg nya naik Rp 5 ribu dari harga biasanya, ikan putih Rp 70 ribu dan harga normalnya Rp 60 ribu, ikan layang dijual sekitar Rp 45 ribu sementara harga normalnya Rp 40 ribu per Kg nya.

“Untuk ikan bandeng yang dicari masyarakat disini masih belum tersedia tapi mungkin dalam beberapa hari kedepan pemasok dari Tarakan atau dari Malinau yang lebih dekat sudah aktif kembali, kalau pemasok yang biasa kami ambil normal makanya harganya juga pasti akan normal meski sekarang ini harganya masih tinggi tapi memang karena biaya tambahan yang harus dibayar untuk menyiapkan ikan disini,” ujarnya. (ifa)

Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.