Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Juli, Nam Air Dipastikan Mendarat di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau

Koran Kaltim
6 Juli 2018
1.5K views
2 min
Foto : Tempo

MALINAU – Meski sempat molor dari jadwal yang dijanjikan. Anak perusahaan maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Nam Air dipastikan mendarat di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau pada pertengahan Juli ini. 

Kepala Bandara Kol RA Bessing Malinau, Mustaji mengatakan berdasarkan perkembangan tentang Nam air, untuk slot time yang diajukan kepada pihaknya tersebut dipastikan pada minggu ke dua bulan Juli ini. “Informasi yang kita dapatkan, untuk slot timenya itu mereka minta pada tanggal 10 Juli nanti,” ujar Mustaji kepada Koran Kaltara saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (6/7). 

Sedangkan untuk slot time nantinya, kata dia, dimungkinkan akan ada perubahan. Rencana awal, pada Mei hanya Malinau ke Balikpapan (PP). Namun berubah menjadi Balikpapan-Malinau, Malinau-Tarakan dan Malinau-Tarakan-Balikpapan. 

“Mudah-mudahan dari slot time ini tidak ada lagi perubahan. Hanya itu yang kita tunggu kepastian dari mereka apakah tanggal 10 juli atau akan ada pengunduran jadwal lagi. Karena sampai sekarang kru atau manajemen Nam Air belum ada,” tuturnya. 

Menurut dia, paling tidak personil IT atau petugas dari nam air tersebut telah ada di bandara untuk persiapannya. 

“Sebenarnya kalau ada keseriusan paling tidak dua seminggu sebelum penerbangan, sudah disiapkan. Minimal sudah ada tenaga teknisnya di sini untuk mempersiapkan,” ungkapnya. 

Kendati demikian, sambung Mustaji, pihaknya juga tidak bisa memaksakan. Namun, tetap mengusahakan agar mereka tetap mendarat di bandara ini. “Memang kendalanya di Mei lalu itu, pesawatnya masih digunakan di luar Pulau Jawa sehingga sempat tertunda. Itu alasan mereka,” katanya. 

Sebenarnya dari segi kebutuhan, kata dia, Malinau sebenarnya sangat membutuhkan transportasi udara. Terutama penambahan jumlah maskapai. 

“Tapi kita juga bisa memaklumi mereka. Meski nanti aka nada pengunduran, terpenting adalah bagaimana mereka bisa menepati janji dengan kepala Daerah dalam hal ini Bupati. Karena juga tidak enak, sudah tiga bulan belum juga ada,” jelasnya. 

Kemunduran jadwal dari Nam Air, Mustaji juga tidak mengetahui pastinya. Sebab itu merupakan kewenangan dari perusahaan. “Saya berharap komitmen mereka untuk masuk ke bandara ini bisa terealisasi. Walaupun agak molor, yang terpenting itu adalah komitmen mereka untuk melayani masyarakat di Malinau,” ungkapnya. 

Ia memprediksikan, kemungkinan ada kemunduran dari jadwal atau slot time tersebut dikarenakan persoalan perizinan. Karena, untuk mendapatkan izin dari Kementerian perhubungan tentu tidak semudah membalik telapak tangan. “pastinya kana da proses yang dilalui baik dari segi kesiapan bandara ini dan beberapa dokumen lainnya di Direkrot Perhubugan Udara,” pungkasnya. (man218)


Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.