Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Warga Desa Seludau Tersiksa Tanpa Listrik

Koran Kaltim
10 September 2018
1.2K views
2 min
Ilustrasi

TANA TIDUNG – Desa Seludau Kecamatan Sesayap Hilir sampai saat ini belum menikmati listrik. Menggunakan genset terpaksa dipilih meski biaya tinggi. 

“Pekerjaan kami hanya bertani dengan pengahsilan yang kurang menentu. Membeli mesin dan BBM bukanlah hal yang mudah terutama petani seperti kami ini,” ujar Supri, warga Seludau, Sabtu (8/9).

Menurutnya, untuk membeli mesin genset warga biasa menyiapkan dana sekitar Rp1,3 juta sampai Rp3,5 juta tergantung daya atau kapasitas setruman yang mereka butuhkan. Pembelian BBM untuk sehari semalam membutuhkan 5 sampai 7 liter dengan harga mencapai Rp70 ribu.

“Sekarang kami bingung ingin mengusulkan listrik sebab wewenang sudah dialihkan ke pemerintah provinsi jadi mau bagaimana lagi,”sambungnya.

Desa Seludau merupakan salah satu dari sekian banyak desa yang belum teraliri listrik sampai saat ini, ada desa yang terbantu atau mendapatkan subsidi melalui pemerintah desa dan ada pula yang dari perusahaan setempat, Desa Bebatu di Kecamatan Sesayap Hilir contohnya. Selama beberapa tahun belakangan ini mendapatkan bantuan listrik selama 6 jam dari perusahaan setempat, menyalanya listrik dimulai pukul 18.00 Wita sampai 00.00 Wita.

 “Kita memang menyadari benar bukan hanya Desa Seludau saja yang belum nikmati listrik 24 jam tapi desa-desa lainnya, tapi tentu saja dengan tuntutan jaman sekarang ini sudah sewajarnya kami berharap adanya listrik 24 jam penuh, kawasan perkotaan sudah merasakan listrik 24 jam penuh dan bisa mempersiapkan anak-anak mereka dengan segala fasilitas penunjang pendidikan yang dibutuhan bagi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) mereka ,” harapnya. (ifa)

Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.