Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

UMK Tarakan Diprediksi Rp3,4 Juta

Koran Kaltim
20 Oktober 2018
2.5K views
2 min
Ilustrasi

TARAKAN – Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan tahun 2019 diprediksi mencapai Rp3,4 juta. Ini setelah penghitungan UMK yang didasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Upah Mimimum Provinsi (UMP), inflasi, dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) naik sekitar 3 persen.

Kepala Bidang Ketenaga Kerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Industri Kota Tarakan, Hanto Bismoko mengemukakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu penetapan UMP Kaltara karena nilainya akan menjadi salah stau poin penetapan UMK Tarakan 2019. 

Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan KHL, untuk saat ini UMK Tarakan sudah yang paling tinggi di pulau Kalimantan, yakni Rp 3.204.000 dan selama 2018 belum ada perusahaan yang melayangkan keberatan ke Dinas Ketenaga Kerjaan dan Industri.

“Pembahasan UMP itu paling lama 60 hari, sedangkan UMK paling lama 40 hari. Mudah-mudahan awal Nocember kita sudah bisa melakukan rapat pembahasan UMK, dan berdasarkan pengalaman besaran UMK itu selalu naik,” paparnya, Jumat (19/10).

Setelah UMP terbit, maka Dinas Ketenagakerjaan dan Iindustri akan melakukan pemangilan serikat pekerja dan pengusaha untuk mencari titik temu penetapan UMK Tarakan 2019. Nilainya sebenarnya sudah bisa dipastikan naik, tetapi angkanya yang belum bisa diketahui.

“Pembahasan memang selalu alot, tetapi kita tetap mengacu pada PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Sehingga perdebatan-perdebatan bisa kita minimalisir. Tetapi para serikat pekerja yang ada di Tarakan ini 3 yang besar, yaitu Kahut, Kahutindo, dan SBSI. Mereka ini nantinya yang akan melakukan pembahasan dengan para pengusaha yang difasilitasi oleh pemerintah,” paparnya.

Karena saat ini UMK Tarakan sudah yang paling tinggi se Kalimantan, diharapkan serikat perkerja dapat memahami situasi dan kondisi, sehingga akan ada penyamaan dengan daerah lain. Meskipun ada selisih tidak terlalu jauh dari UMK yang sudah ada. (yan)

Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.