TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan, agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Polda mengingatkan, agar masyarakat memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua.
Bhinneka Tunggal Ika yang sudah diakui secara hukum punya beberapa makna yang terpuji, dan luhur bagi Bangsa Indonesia. “Kita harus tetap memegang teguh semboyan kita. Warga perbatasan jangan mudah terpercaya dengan berita yang tidak kebenarannya di ragukan,” kata, Dirbinmas Polda Kaltara Kombes Pol Mohammad Yamin Sumitra.
Dijelaskannya, seluruh masyarakat wajib memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua. Karena menurut dia, Bhinneka Tunggal Ika yang sudah diakui secara hukum punya beberapa makna yang terpuji, dan luhur bagi Bangsa Indonesia.
Masyarakat perbatasan tentu akan lebih mudah percaya dengan berita yang kebenerannya diragukan. Hal itu disebabkan, daerah perbatasan Kaltara yang dengan keterbatasan sangat mudah di provokasi. Berbeda halnya dengan masyarakat yang ada di wilayah perkotaan, yang kemungkinan akan lebih mudah dalam mencerna setiap informasi yang ada.
“Bangsa kita ini diperjuangkan dengan susah payah. Jangan sampai hanya gara-gara berita hoax, persatuan yang sudah kita jaga akan rusak. Walaupun kita berbeda pendapat, tetapi kesatuan dan persatuan kita harus dijaga,” ajaknya.
Lanjutnya lagi, berita hoax sangat berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat. Apalagi, saat ini mendekati dengan tahun politik, yang tentu digunakan oleh oknum untuk saling menjatuhkan. Padahal, salah satu pengaruh pembangunan yang signifikan akan ditentukan dengan situasi daerah yang aman dan tenteram.
“Pengaruh itu pasti ada. Hoax ini sebenarnya termasuk kejahatan yang sangat luar biasa. Karena mampu mempengaruhi masyarakat dan menimbulkan konflik. Makanya kita minta semua harus waspada,” imbuhnya.
Yamin menegaskan, seluruh lapisan masyarakat dan ormas-ormas, terutama yang berada di daerah perbatasan agar bisa menjadi panutan pada warganya untuk tidak terprovokasi dengan hoax ini. “Kita sama-sama mengawasi berita hoax ini. Seluruh elemen masyarakat juga wajib berkontribusi dalam memberikan pengawasan,” tutupnya. (rn)




