Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Salman Aradeng Bantah Dukung Prostitusi

Koran Kaltim
30 November 2018
757 views
2 min
Salman Aradeng

TARAKAN – Menyikapi judul berita di media online korankaltim.com dengan judul ‘Ketua DPRD Tarakan Tolak Penghapusan Prostitusi, Salman : Ada Juga Masyarakat yang Menginginkan Itu. Politisi partai PAN yang juga Ketua DPRD Tarakan ini membantah secara tegas, bahwa apa yang dia sampaikan tidak seperti itu. Melainkan akan membicarakan lebih lanjut, bukan asal tutup karena ada hak-hak manusia yang juga harus di berikan.

“Saya bukan bicara menolak, coba dengarkan rekaman wawancara kita sebelumnya. Saya hanya mau dibicarakan terlebih dulu, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mereka yang saat ini sedang terjebak dalam usaha tersebut. Saya bukan menolak, tetapi harus sesuai prosedur,” katanya melalui sambungan telephone, Jumat (30/11).

Lebih lanjut dikatakan Salman, akibat dari judul berita tersebut dirinya menjadi bahan bullying dikalangan ulama dan masyarakat, meskipun awalnya tidak terlalu dia tanggapi namun hal ini semakin membuat dirinya terpojokan. Padahal jika membaca isi berita, tidak seperti yang dituduhkan kepadanya.

“Masih banyak orang hanya membaca judul berita tanpa membaca isinya. Kalau kita simak bersama, isi dalam berita tidak menyebutkan saya menolak. Sekali lagi, dibicarakan terlebih dahulu, mau diapakan pelaku usaha dibidang itu setelah ditutup. Saya mendukung apa yang memang sudah menjadi tidak baik di masyarakat untuk dihilangkan tetapi harus sesuai dengan prosedur,” bebernya.

Kalau Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam menghendaki penutupan prostitusi itu sudah benar, karena memang instansi melihat segala sesuatunya dari sudut pandang agama, dan itu memang di larang.

“Tetapi saya sebagai wakil rakyat, tidak hanya mewakili satu golongan saja, tetapi semua warga Tarakan juga harus saya akomodir aspirasinya. Intinya saya tidak menolak, tetapi membicarakan lebih lanjut supaya tidak ada masalah dikemudian hari,” pungkasnya. (yan)

Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.