Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltara

Ketua RT Cuek, Insentif Ditangguhkan

Koran Kaltim
25 September 2019
3.5K views
2 min
Ilustrasi( Foto: Internet )

KORANKALTIM.COM, TARAKAN, – Sesuai kebijakan Wali Kota Tarakan Khairul, insentif ketua RT dinaikkan dari Rp700 ribu menjadi Rp1 juta. Namun insentif bakal ditangguhkan bagi ketua RT yang acuh dan tidak peduli masalah warga dan daerahnya.

Hal ini ditegaskan Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Pemerintah, Hendra Arfandy.

“Kadang-kadang ketua RT ada yang bekerja, tetapi ada juga ketua RT yang cuek akan kondisi yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan di level terendah yaitu kelurahan. Kita mau membangun pola pikir ketua RT untuk membantu program pemerintah, karena ujung tombak di masyarakat,” terangnya, Selasa (24/9/2019).

Setiap kelurahan melakukan terobosan bagaimana pelayanan ketua RT dapat berinisiatif mendatangi masyarakat untuk mengetahui kondisi yang ada saat ini.

“Selama ini ketua RT pasif, menunggu masyarakat yang datang untuk mengeluh,” bebernya.

“Makanya ini akan kita koordinasikan dengan Pak Wali Kota, kita akan usulkan penangguhan insentif bagi ketua RT yang tidak melayani dengan baik warganya,” timpalnya.

Wali Kota sengaja menaikkan nilai insentif ketua RT dengan harapan kinerja semakin meningkat. Mengingat posisi ketua RT merupakan layanan pertama masyarakat saat mengurus administrasi.

“Sekarang ini ketua RT  melayani sedikitnya 250 Kepala Keluarga (KK), padahal standarnya ketua RT itu melayani 50-an KK, jika lebih dari itu maka wajib dilakukan pemekaran wilayah. Tetapi jika dimekarkan akan berpengaruh terhadap besaran insentif, karena akan bertambah dari APBD,” pungkasnya. (*)

Reporter : */Sofyan Ali Mustofa/korankaltaracom

Tags:

KaltaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltara.