Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Mengadu Nasib, 700 Pendatang Jadi Penduduk PPU

Koran Kaltim
11 Mei 2020
1.4K views
1 min
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Penajam Paser Utara, Suyanto

KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Kurang lebih 700 orang tercatat sebagai penduduk baru Kabupaten Penajam Paser Utara sejak Januari hingga Mei tahun ini. Seluruhnya merupakan pendatang dari luar daerah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Penajam Paser Utara, Suyanto mengatakan jumlah penduduk baru yang masuk lebih banyak jika dibanding warga yang meninggalkan kabupaten tersebut.

“Sejauh ini jumlah pendatang kurang lebih 700 orang, sementara yang keluar sekitar 300 orang saja,” ungkap Suyanto, Minggu kemarin (10/5/2020).

Mayoritas penduduk baru beralasan harus ikut keluarga maupun mendapatkan pekerjaan sehingga menjadi warga Benuo Taka. Sebagian besar dari pulau Jawa dan Sulawesi.

“Rata-rata usia usia produktif, kalau yang berkeluarga, palingan anaknya aja belum mengantongi KTP-el, usianya belum mencukupi ketentuan,” tuturnya.

Banyaknya penduduk luar yang masuk ke kabupaten ini terjadi semenjak Penajam Paser Utara dipilih sebagai Ibu Kota Negara (IKN) untuk menggantikan Jakarta.

“Berbondong-bondongnya warga itu mungkin juga efek keputusan yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,” tandasnya. (*)


Penulis: */Erwin

Editor: Hendra

* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 11 Mei 2020 

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.