Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Jangan Buang Sampah Dulu Dua Hari Saat Lebaran

Koran Kaltim
20 Mei 2020
854 views
2 min
Sebagaimana tahun sebelumnya, sampah lebaran biasanya akan menigkat drastis, sehingga perlu penanganan ekstra dan serius. ( Foto: ist)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda memperkirakan sampah selama Lebaran di Samarinda bisa mencapai seribu ton, karenanya diperlukan penanganan serius agar tidak menimbulkan persoalan.  DLH pun mengingatkan masyarakat untuk menyimpan terlebih dahulu sampah yang mereka produksi selama perayaan Idulfitri 1441 Hijriyah nanti.

Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani mengungkapkan, para petugas dari DLH akan dikerahkan secara maksimal untuk mentatasi tumpukan sampah sekitar perayaan Idul Fitri. “Karena kalau kita tidak angkut, nanti sampah membeludak selama lebaran. Jadi petugas kita lembur di malam lebaran sampai hari lebarannya,” ujar perempuan yang disapa Yama ini.

Dipastikan Yama, DLH tak akan meliburkan para pegawai mereka, terutama petugas kebersihan untuk pengangkutan sampah dan penyapu jalan. Hal itu dilakukan lantaran menghindari tumpukan sampah yang menggunung apabila pegawai mereka berhenti dioperasikan.

“Untuk pengangkutan sampah memang tidak ada libur. Makanya kami minta masyarakat mau untuk sementara menyimpan dulu sampah mereka. Jadi petugas kami bisa lekas menunaikan tanggung jawabnya dan pulang kerumahnya masing-masing untuk berhari raya,” sambungnya.

Saat ini Yama mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat surat untuk tiap-tiap kecamatan, kelurahan yang sifatnya terbuka juga untuk masyarakat umum. Saat Lebaran nanti DLH akan terfokus pada pengangkutan sampah sisa malam lebaran (H-1) dan pemungutan koran bekas yang biasa digunakan sebagai alas Salat Idul Fitri, dengan catatan apabila dilaksanakan salat Idulfitri.

Setelah memasuki hari ketiga Lebaran, Yama pun mempersilakan masyarakat Samarinda yang ingin kembali membuang sampah mereka seperti biasa. Karena dijelaskan Yama, saat itu aktivitas pengangkutan sampah akan kembali berjalan seperti biasa. “Cuma dua hari, simpan dulu sampahnya di rumah. Supaya tidak memberatkan kerja pegawai kami. Mereka kan juga patut merayakan lebaran,” papar Yama.

Bukan hanya perkara sampah di Hari Raya. Yama pun mengingatkan masyarakat yang rutin melakukan tradisi ziarah kubur untuk membawa sampah mereka pulang dan tidak meninggalkan di area pemakaman. Tak hanya itu, ajakan untuk tidak menggunakan kantong belanja sekali pakai pun terus digaungkan oleh DLH Samarinda. Yama meminta masyarakat untuk kembali membudayakan penggunaan kantong belanja yang terbuat dari kain untuk menekan jumlah sampah plastik di Samarinda. (*)


Penulis: */Permata S Rahayu

Editor: Aspian Nur

* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 20 Mei 2020 

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.