Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Relaksasi di Kaltim Fokus ke Sektor Ekonomi, Pendidikan Belum

Koran Kaltim
11 Juni 2020
556 views
1 min
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi (Foto: Humas Pemprov Kaltim )

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Meski dinyatakan belum bisa menerapkan tatanan normal baru atau new normal, namun sejumlah daerah di Kaltim sudah mulai melakukan fase relaksasi atas pembatasan yang sebelumnya dilakukan, guna menekan kasus Covid-19.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan relaksasi yang dilakukan masih focus pada sektor penggerak perekonomian. "Kami prioritaskan  pelayanan publik,  tempat ibadah, pasar tradisional, mal dan lainya yang terkait kebutuhan.  Sekolah dan pendidikan lainya belum bisa kita buka," ujar Hadi ditemui usai rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Kota Samarinda, Rabu (10/6/2020).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan posisi Kaltim berada di poin 1,1 untuk angka Reproduksi Efektif (RT) kasus Covid-19.  Sementara menurut standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperlukan angka RT dibawah 1 untuk bisa menerapkan new normal. "Karena Kaltim 1,1, jadi belum bisa.  Tapi kami juga sadari, ada faktor ekonomi yang menuntut masyarakat untuk segera minta dibuka," paparnya.

Dua sektor ini, yakni  kesehatan dan ekonomi, kata Hadi harus menjadi pertimbangan dan kebijakan yang diambil harus sesalluai.[*]


Penulis : Rusdi

Editor: Aspian Nur

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.