Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Wih Enaknya, Pelajar di Bontang Dibantu Gadget

Koran Kaltim
11 Juni 2020
1.2K views
2 min
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Romi Ali Darmawan/Koran Kaltim)

KORANKALTIM.COM, BONTANG - Sistem pembelajaran jarak jauh ditengah pandemi Covid-19, masih perlu evaluasi. Sebab tidak semua orangtua siswa memiliki perangkat yang menunjang untuk menjalankan metode pembelajaran itu.

Melihat itu, Pemerintah Kota Bontang mewacanakan membantu para siswa yang mengalami kesulitan dengan cara membantu gadget baru untuk sarana prasarana metode pembelajaran daring. 

Tapi mereka harus bersabar dulu karena di momentum Pilkada ini, program bersifat bantuan semacam itu tidak diperkenankan.

"Karena Pilkada, bantuan semacam itu tidak diperbolehkan. Jadi untuk kedepannya, karena kita tidak tau sampai kapan pandemi akan berakhir," ucap Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, Rabu (10/6/2020) .

Menurut Neni, dalam waktu dekat, Pemkot akan mendata para siswa yang benar-benar membutuhkan. Ide pemberian bantuan dari keprihatinannya mendengar keluhan lewat para guru.

Sebab terdapat beberapa orangtua, yang terpaksa harus ke sekolah menemui guru untuk melakukan pembelajaran langsung ke anaknya.  "Kasihan, makanya mekanismenya seperti apa, nanti kami bicarakan," lanjut Neni. 

Bantuan itu diwacanakan serupa dengan bantuan laptop untuk guru tapi hanya untuk yang membutuhkan. "Kalau yang sudah punya ya enggak, kami juga sudah membicarakan terkait ini," tambahnya.

Untuk pembelajaran langsung masih melakukan pengkajian. Menurutnya, untuk SMP bisa saja mengikuti kalender pendidikan yang ada. Namun menjadi perhatian adalah siswa baru yang baru mengenyam dunia pendidikan. 

"Contohnya, anak TK dan Anak baru SD, bisa saja nanti masuk dia tukar-tukaran masker, kan itu bahaya," ucap Neni ditengah rapat dengan Kepala Sekolah yang ada. (*)


Penulis: Romi Ali Dharmawan

Editor: Aspian Nur

* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 11 Juni 2020

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.