KORANKALTIM.COM, BONTANG - Upaya percepatan penanganan Covid-19, telah menghabiskan Rp26 miliar dana yang bersumber dari dana tak terduga. Dari catatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, anggaran yang telah direalisasikan yakni, Dinas Kesehatan Rp1.774.530.951, RSUD Rp8.898.659.439, dan Dinas Sosial Rp9.949.758.500, sementara untuk realisasi anggaran dari tiga kecamatan di Bontang sebesar Rp8.167.900.000.
Untuk BPDB yang telah terealisasi Rp81.327.300 dan Dinas Perhubungan sebanyak Rp577.779.950.
Kepala BPKAD Kota Bontang Amiluddin mengatakan laporan realisasi anggaran covid yang diterima BPKAD dari setiap OPD itu sejak per 30 Mei 2020 lalu. Sebelumnya Pemkot Bontang telah menyiapkan anggaran BTT untuk penanganan covid-19 sebesar Rp149 miliar.
“Yang terealisasi itu untuk biaya seperti BLT, pembayaran PDAM gratis, pengadaan APD dan penanganan pasien yang terkonfirmasi positif serta kegiatan lainya,” kata Amiluddin, Kamis, (18/6/2020) kemarin.
Dalam anggaran perubahan yang akan di bahas mendatang, Amiluddin menjelaskan, setelah status KLB Bontang dicabut, sisa anggaran BTT untuk penanganan covid itu akan dikembalikan ke kas daerah, untuk pembelanjaan di program sebelumnya yang sempat tertunda. “Covid ini belum jelas kapan berakhirnya tapi kalau nanti ada sisanya dikembalikan keperuntukanya sesuai yang diusulkan dari perangkat-perangkat daerah,” sebut Amiluddin. (*)
Penulis: */ Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 19 Juni 2020




