Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Anggota Dewan Penajam ini Soroti Pembangunan Halte di Kawasan Kantor Pemerintah, Dinilai Tidak Efektif

Koran Kaltim
26 Juni 2020
1.3K views
2 min
Titik pembangunan halte di kawasan pemerintah dinilai tidak efektif untuk digunakan masyarakat sebagaimana mestinya. ( Foto: erwin/korankaltimcom)

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai dua halte yang dibangun di kawasan kantor pemerintah sangat tidak efektif.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten PPU, Adla Dewata mengatakan, seharusnya kedua halte ini dibangun di tempat yang tepat karena titik pembangunannya berada di wilayah yang jarang dilintasi angkutan umum.

“Kami rasa itu tidak tepat dan tidak efektif untuk dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (25/6/2020).

Titik pembangunan halte didekat Kantor Disdukcapil tidak dilintasi kendaraan umum. Halte yang ada di hadapan Kantor Bupati pun jaraknya cukup jauh dari Jalan Provinsi.

Kedua halte ini dibangun dengan biaya kurang lebih Rp150 juta. “Disitukan (Didekat Kantor Disdukcapil) jalur khusus, tidak ada angkutan umum. Kalau yang didepan itu (Depan Kantor Bupati) harusnya dipinggir jalan, itu cukup jauh jaraknya,” bebernya.

Politikus Gerindra ini menilai seharunya pembangunan halte tersebut dilakukan didekat sekolah dan pasar tradisional seperti di hadapan SMPN 1, SMAN 1, SMAN 8 dan Pasar Tradisional Petung.

Halte yang berada di sejumlah titik itu masih efektif karena digunakan pelajar atau masyarakat untuk menunggu kendaraan umum dan jemputan.

“Kami juga setuju kalau pembangunannya itu seperti wifi corner di tempat pemerintahan dan sekolah-sekolahan,” paparnya.

Ditambahkannya, apabila kedepannya terdapat keinginan untuk melakukan pembangunan halte sebaiknya dikaji lebih baik agar dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.


Penulis: */Erwin

Editor: Desman Minang

* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 26 Juni 2020

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.