Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Luhut Minta Kepala Daerah di Kaltim Tak Berpangku Tangan

Koran Kaltim
11 Juli 2020
715 views
2 min
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan ( Foto: Detikcom)

KORANKALTIM,COM, SAMARINDA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) blak-blakan meminta Kaltim sebagai daerah yang masih bergantung kepada ekonomi sektor eksplorasi khususnya pertambangan batu bara, agar tidak berpangku tangan dengan mengandalkan sektor emas hitam itu. Ia berharap, pemerintah daerah bisa melakukan inovasi guna mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain. 

“Harus ada inisiatif inovasi dari kepala daerah. Memang enak, 10 sampai 15 tahun lalu nambang saja dapat duit,” kata Luhut dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Kaltim yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim melalui video conference, Jumat (10/7/2020) kemarin.

Luhut berharap, pemerintah daerah di Kaltim punya agenda yang inisiatif berkelanjutan, dalam rangka menemukan pengembangan pendapatan daerah.

“Perlu dorong diversifikasi dengan investasi nilai tambah komoditi. Pak Gubernur atau Bupati tolong berfikir ke sana. Jangan berfikir tambang keruk-keruk begitu saja,” tukas Luhut.

Beberapa hal potensial disebut Luhut ada di Kaltim. Mulai dari hilirisasi batu bara menjadi metanol, kelapa sawit menjadi bahan energi baru terbarukan, hingga potensi hydropower di Sungai Mahakam yang sangat potensial.

Ia juga menyebut, pemerintah daerah jangan terlalu kaku kepada para investor. Kaltim disebut perlu menengok apa yang sudah dilakukan di Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan industri yang terintegrasi di sana mampu menyerap investor, dan secara bersamaan pula menyerap tenaga kerja lokal.

“Saya minta pemerintah daerah di Kaltim berpikir integrasi bukan segmented. Kita harus berpikir terintegrasi dan holistik,” tandasnya.


Penulis: */Rusdi

Editor: M.Huldi

Berita sudah terbit di edisi cetak Koran Kaltim edisi Sabtu, 11 Juli 2020.

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.