Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Pembelajaran di Sekolah Tunggu Status KLB Dicabut

Koran Kaltim
11 Juli 2020
588 views
2 min
Ilustrasi

KORANKALTIM.COM, BONTANG - Telah digelar pertemuan K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah ) dan MKKS (Musyawarah Kelompok Kepala Sekolah), serta Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. 

Kesepakatannya,  jika kondisi Bontang dalam dua minggu ke depan tidak ada lagi yang positif alias nol pasien Covid-19, maka kemungkinan sekolah akan dibuka dan anak-anak akan memulai sekolah tidak lagi belajar dari rumah atau metode daring.

Menurut Saparudin, menindaklanjuti pertemuan  K3S dan MKKS dan Wali Kota serta konsultasi mereka terbaru, dengan Wali Kota maka didapat beberapa kesimpulan yakni, pertama,  untuk pembelajaran 13 Juli 2020 tetap daring, karena status Bontang masih KLB (Kondisi Luar Biasa) belum dicabut.

“Kedua, sesuai SKB empat menteri bahwa zona kuning, orange, dan merah tidak diperbolehan masuk tatap muka, dan ketiga jikalau pada 28 Juli 2020 status KLB dicabut, maka dibolehkan masuk sekolah,” ujar Saparudin.

Namun, Saparudin menambahkan, masuk sekolah ini asalkan status KLB di Bontang sudah dicabut atau dalam waktu dua minggu ke depan tidak ada lagi pasien positif Covid-19. 

Selain itu, tambahnya, masuk sekolah ini harus dengan sistem transisi, yaitu dua bulan pertama SMP, lanjut SD seterusnya PAUD dengan memperhatikan protokol kesehatan. “Jadi jika status KLB sudah dicabut, 28 Juli nanti, maka yang pertama mulai masuk adalah SMP, kemudian lanjut SD dan setelah itu baru sekolah PAUD, asalkan semuanya tetap dalam aturan protokol kesehatan,” jelasnya.

Pemberitahuan inipun, lanjut saparudin, sudah disampaikan ke seluruh Kepala SMP dan SD se Kota Bontang pada Jumat, 10 Juli 2020.

Sementara untuk anak SMA/SLTA/SMK, dijelaskan Saparudin, tergantung kebijakan Wali Kota atau kepala daerah masing-masing daerah. Menurut Saparudin, khusus untuk jenjang SMA/SMK.SLTA, akan diberlakukan sama yakni jika Bontang zona hijau atau KLB dicabut, maka anak-anak bisa bersekolah kembali. 


Penulis: Cholisoh

Editor: M.Huldi

Artikel sudah tayang di edisi cetak Koran Kaltim edisi Sabtu, 11 Juli 2020.

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.