Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Biaya Sekolah Mahal, Orangtua Mengeluh, DPRD Bontang Tunggu Pengaduan

Koran Kaltim
14 Juli 2020
712 views
2 min
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking

KORANKALTIM.COM, BONTANG - Masa pandemi covid-19 membuat perekonomian masyarakat memburuk. Walaupun pemerintah Kota Bontang sudah memberikan keringanan selama tiga bulan untuk menggratiskan beban air maupun subsidi listrik tapi  masih ada saja keluhan masyarakat terkait beban biaya sekolah seperti SPP, khususnya sekolah swasta. 

Jum’ah, orangtua murid pada satu sekolah di Kota Bontang mengungkapkan keluhannya terkait biaya yang harus dikeluarkan saat melakukan pendaftaran ulang. “Waktu mau ambil raport kami disuruh melunasi uang pendaftaran ulang, sebelumnya belum ada pemberitahuan kalau ternyata selama pandemi uang SPP tetap berjalan, padahal pembelajaran dilakukan di rumah,” keluh Jum’ah saat ditemui Senin, (13/7/2020) kemarin.

Ada beberapa rincian pembayaran yang tetap dibayar dimasa pembelajaran jarak jauh, diantaranya, iuran kegiatan setahun seperti, komite sekolah, ekstrakulikuler dan perpustakaan.  “Padahal pembelajaran di sekolah kan diprediksi dimulai tahun 2021. Belum lagi, uang buku. Alhamdulillah-nya bisa dicicil, “ ucapnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking mengatakan, dimasa pandemi semua pihak mendapatkan dampak tak terkecuali guru yang biaya operasionalnya tetap harus dikeluarkan pihak sekolah. “Gurunya harus keras kerja lebih saat ini, dibanding tatap muka, karena yang tidak punya android, sehingga guru harus turun ke rumah. Itukan butuh dana operasional,” kata Raking

DPRD tetap melakukan rapat internal untuk membicarakan kelanjutan dari keluhan masyarakat terkait biaya sekolah ini dan menunggu pengaduan-pengaduan dari masyarakat.

“Sampai saat ini belum ada juga pengaduan ke DPRD khususnya Komisi I, kami akan tunggu pengaduan-pengaduan itu, supaya bisa merasakan juga kesulitan mereka, semoga nantinya bisa menghasilkan kebijakan yang baik,” sebut Raking. (*)


Penulis: */Romi Ali Darmawan

Editor: Aspian Nur

* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 14 Juli 2020 

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.