KORANKALTIM.COM, BONTANG - Masa pandemi covid-19 membuat perekonomian masyarakat memburuk. Walaupun pemerintah Kota Bontang sudah memberikan keringanan selama tiga bulan untuk menggratiskan beban air maupun subsidi listrik tapi masih ada saja keluhan masyarakat terkait beban biaya sekolah seperti SPP, khususnya sekolah swasta.
Jum’ah, orangtua murid pada satu sekolah di Kota Bontang mengungkapkan keluhannya terkait biaya yang harus dikeluarkan saat melakukan pendaftaran ulang. “Waktu mau ambil raport kami disuruh melunasi uang pendaftaran ulang, sebelumnya belum ada pemberitahuan kalau ternyata selama pandemi uang SPP tetap berjalan, padahal pembelajaran dilakukan di rumah,” keluh Jum’ah saat ditemui Senin, (13/7/2020) kemarin.
Ada beberapa rincian pembayaran yang tetap dibayar dimasa pembelajaran jarak jauh, diantaranya, iuran kegiatan setahun seperti, komite sekolah, ekstrakulikuler dan perpustakaan. “Padahal pembelajaran di sekolah kan diprediksi dimulai tahun 2021. Belum lagi, uang buku. Alhamdulillah-nya bisa dicicil, “ ucapnya.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking mengatakan, dimasa pandemi semua pihak mendapatkan dampak tak terkecuali guru yang biaya operasionalnya tetap harus dikeluarkan pihak sekolah. “Gurunya harus keras kerja lebih saat ini, dibanding tatap muka, karena yang tidak punya android, sehingga guru harus turun ke rumah. Itukan butuh dana operasional,” kata Raking
DPRD tetap melakukan rapat internal untuk membicarakan kelanjutan dari keluhan masyarakat terkait biaya sekolah ini dan menunggu pengaduan-pengaduan dari masyarakat.
“Sampai saat ini belum ada juga pengaduan ke DPRD khususnya Komisi I, kami akan tunggu pengaduan-pengaduan itu, supaya bisa merasakan juga kesulitan mereka, semoga nantinya bisa menghasilkan kebijakan yang baik,” sebut Raking. (*)
Penulis: */Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 14 Juli 2020




