Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

6 Desa di Kecamatan Peso Belum Teraliri Listrik PLN

Koran Kaltim
15 Juli 2020
2.5K views
2 min
Tampak deretan rumah warga Desa Long Bia, Kecamatan Peso tanpa aliran listrik selama 24 jam.  ( FOTO : Ramlan/Koran Kaltara )

KORANKALTIM.COM, TANJUNG SELOR - Warga yang berada di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan hingga saat ini belum merasakan pelayanan listrik dari PLN. Dari 10 desa yang ada di kecamatan itu, hanya ada empat desa yang sudah teraliri listrik. Itu pun belum 24 jam. Enam desa sisanya hanya mengandalkan mesin genset sebagai penerang ketika malam hari alias belum sama sekali teraliri listrik dari PLN.

Camat Peso Jonilius mengungkapkan, meski sudah ada empat desa yang sudah teraliri listrik, namun hanya dirasakan selama 12 jam atau hanya pada saat malam hari saja. Karena pada saat siang hari, pembangkit dimatikan. Sedangkan untuk kantor-kantor pelayanan seperti kantor kecamatan, kantor desa, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga kantor Polsek dan Koramil terpaksa menggunakan mesin genset.

“Kalau di sini nyala listrik pada saat malam hari saja. Itu pun hanya 12 jam (pukul 18.00 Wita hingga 06.00 Wita). Jadi kalau siang, masyarakat tidak menggunakan listrik. Sedangkan kalau kantor-kantor pelayanan, pakai mesin genset,” katanya kepada Koran Kaltara, Selasa (14/7).

Lanjut dia, dari jumlah 4.616 warga Kecamatan Peso secara keseluruhan, tidak semuanya memiliki mesin genset. Khusus untuk warga di enam desa yang belum teraliri listrik PLN, terpaksa harus menggunakan mesin genset sebagai alat penerang ketika malam hari. Namun pada saat siang hari, mesin genset tersebut terpaksa tidak digunakan demi mengurangi biaya tambahan.

“Kalau yang enam desa itu, kita bantukan aliran listrik dengan menggunakan genset desa. Itu pun digunakan pada malam hari saja. Kalau yang empat desa itu, sudah ada listrik tapi malam saja,” ungkapnya.

Akibat tak adanya aliran listrik dibeberapa daerah yang ia pimpin, sangat berpengaruh pada kebutuhan masyarakat. Terutama usaha masyarakat yang membutuhkan aliran listrik, terpaksa tidak maksimal lantaran hanya menggunakan mesin genset.

Begitu juga dengan kantor-kantor pelayanan seperti di puskesmas yang diakuinya tak maksimal memberikan pelayanan. Pihaknya sebenarnya kerap melakukan usulan kepada Pemkab Bulungan agar wilayah Kecamatan Peso bisa segera dialiri listrik dari PLN selama 24 jam. Hanya saja, usulan-usulan itu tak kunjung terealisasi dan bahkan pemerintah kecamatan periode sebelumnya juga telah melakukan hal yang sama.

“Kita sudah usulkan, tapi belum juga terealisasi. Makanya kita berharap, semoga permasalahan (kebutuhan listrik) bisa segera ada solusinya. Karena banyak aktifitas masyarakat kita juga  terganggu karena minimnya listrik,” tutupnya.


Sumber: Ramlan/Koran Kaltara

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.