Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

LAP Minta Pembangunan Rumah Adat Dilanjutkan, Pengerjaan Tersisa 75 Persen

Koran Kaltim
15 Juli 2020
3.8K views
2 min
Rumah Adat Paser membutuhkan kucuran anggaran karena kontruksinya belum selesai. Hingga kini baru 25 persen. ( Foto: Erwin/korankaltimcom)

KORANKALTIM.COM,PENAJAM – Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan pembangunan Rumah Adat Kuta di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. Saat ini konstruksi bangunan Rumah Adat Kuta baru 25 persen, pembangunannya tersisa 75 persen untuk mencapai proses full design atau selesai.

Ketua LAP Kabupaten PPU, Musa mengaku sangat berharap pemerintah daerah memperhatikan kelanjutan pembangunan Rumah Adat Kuta tersebut.

Pemerintah diharapkan mengucurkan anggaran kedepannya, meski tahun ini tidak dialokasikan untuk pembangunan kelanjutannya.

“Tahun ini tidak ada, mudahan tahun depan ada. Sebenarnya harusnya pemerintah tahu, kami di masyarakat adat inikan tidak perlu harus selalu meminta, tolong diperhatikanlah,” ungkap Musa, Selasa (14/7/2020).

Ia menilai, harusnya pemerintah memiliki inisiatif untuk mengalokasikan anggaran tanpa harus diingatkan melalui gerakan seperti unjuk rasa dan lainnya.

“Jangan sampai kami melakukan gerakan-gerakan lagi, seperti dulu ada demo dan sebagainya, kesannya jadi tidak bagus kalau harus demo baru diperhatikan lagi. Makanya kami minta tahun depan ada pembangunan lanjutan,” tegasnya.

Musa mengakui, konstruksi bangunan rumah adat ini masih pada posisi 25 persen, anggaran yang baru dikucurkan sekitar Rp2,7 miliar dari total kebutuhan sebesar Rp20 miliar.

“Kalau bisa supaya tidak menjadi pertanyaan dan isu, kami rasa sekalian saja diselesaikan. Apalagi penggunaan bangunan inikan bukan hanya untuk Suku Paser saja, semua suku lain bisa menggunakan, baik sebagai taman budaya maupun melakukan kegiatan adat, kami persilahkan,” pungkasnya.


Penulis: */Erwin

Editor: Desman Minang

* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 15 Juli 2020

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.