Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kaltimtara

Disebut Masuk Hutan Kota, Pemkot Balikpapan Teliti Status Lahan Kampung Pelayaran

Koran Kaltim
5 Agustus 2020
4.6K views
2 min
Kebakaran di RT 09 Kelurahan Prapatan membuat kawasan pemukiman itu layaknya lokasi pascaperang. (Foto: Hendra/korankaltim.com))

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, sedang meneliti status lahan di RT 09 Kelurahan Prapatan atau dikenal dengan sebutan Kampung Pelayaran.

Musababnya, areal pemukiman yang terbakar hebat pada 2 Agustus 2020 lalu itu,  disebut-sebut sebagai kawasan hutan kota. 

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, menyebut  Pemkot akan mempertimbangkan pembangunan ulang kampung di lereng Gunung Komendur yang juga terdapat mercusuar sebagai sinyal pandu kapal ketika akan sandar di Pelabuhan Semayang itu. 

"Kalau ternyata masuk kawasan hutan kota, mungkin tidak boleh lagi dibangun," kata Rizal, Selasa (4/8/2020).

Seperti diketahui, kebakaran membuat  puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menempati posko penampungan atau ikut keluarga sementara waktu.

Pemkot Balikpapan pun turut memikirkan rencana penyaluran bantuan, bukan hanya bantuan kebutuhan konsumsi dan perlengkapan sehari-hari.

Tetapi juga akan ada bantuan sewa rumah selama tiga bulan yang anggarannya diambil dari dana tanggap darurat. "Angka pastinya saya kurang tahu. Nanti dihitung," ucapnya.

Sebelumnya posko penampungan dan penerimaan bantuan telah didirikan di Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang. Posko itu menampung 15 Kepala Keluarga dengan 48 jiwa.

Lurah Prapatan, Natalia Y Banjarnahor mengatakan penyaluran bantuan dilakukan satu pintu di posko penampungan. "Petugas Tagana (Taruna Siaga Bencana) telah ditempatkan di posko untuk menerima dan mendata bantuan yang masuk," katanya.

Penempatan korban kebakaran di posko penampungan turut menerapkan protokol kesehatan, sebab Balikpapan masih pandemi Covid-19. "Ada beberapa tenda sudah berdiri, jadi kami atur supaya korban tidak berkumpul, tetap menjaga jarak," pungkasnya. 


Penulis : Hendra

Editor : Rusdianto

*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 5 Agustus 2020.

Tags:

KaltimtaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kaltimtara.