TENGGARONG-Membangun club itu gampang, tapi jauh lebih susah untuk mempertahankannya. 22 Februari 1995 Indonesian Starlet Club resmi berdiri di Jakarta yang digagas oleh Harly A.B.Mangidaan dan Bowo Purwoko. Kemudian priode berikutnya 1997 - 2000 dipegang oleh Dhanang Geviarto yang juga merupakan founder berdirinya beberapa chapter di Kalimantan Timur.
Siapa sangka 23 tahun kemudian club ini tumbuh besar dan mempunyai 46 chapter di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilakukan ISC pada bulan Desember tahun 2017 lalu dengan mengadakan Jambore Nasional di Cibubur terbilang sukses, karena dihadiri hampir semua perwakilan chapter dari seluruh Indonesia dan didukung panitia dibawah pimpinan Ketua Umum ISC sekarang yaitu Arie Soecipto atau yang lebih akrab di panggil Arkum.
Ketua ISC Chapter Tenggarong Yudhistira mengatakan untuk di tanah Borneo sendiri ada beberapa chapter ISC diantaranya ISC Pontianak, ISC Banjarmasin, ISC Samarinda, ISC Tenggarong, ISC Bontang, ISC Sangatta dan ISC Balikpapan. Salah satu agenda rutin yang dilaksanakan ISC Kaltim adalah acara triwulan.
“Jadi masing masing chapter di Kaltim bisa saling berkunjung dan lebih mengakrabkan diri satu dengan yang lainnya pada saat acara triwulan ini,” katanya kepada Koran Kaltim kemarin.
Tira sapaan akrabnya mengatakan acara triwulan ISC Kaltim yang baru baru ini digelar pada awal Februari di Balikpapan merupakan acara pertama setelah ISC Balikpapan di deklarasikan sekaligus perkenalan Ketua ISC Samarinda terpilih periode 2018 - 2020 yaitu Untung dan Ketua ISC Bontang terpilih priode 2018 - 2020 yaitu Imam Hanafi. “Selanjutnya untuk lokasi acara ISC Kaltim tiga bulan kemudian adalah ISC Bontang selaku Tuan rumah. Target kita bisa berdiri ISC Chapter Berau di Kalimantan Utara. Tentu saja tetap sesuai dengan aturan yang ada pada AD ART ISC. Masih dalam proses recruitment anggota untuk menuju pembentukan ISC Chapter Berau,” pungkas Tira. (hei)




