Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Komunitas

Kala Spoter Menyimpan Kenangan Temindung, Sebelum APT Pranoto Beroperasi

Koran Kaltim
1 Mei 2018
1.5K views
2 min
PAHAM ATURAN: Komunitas Samarinda Spoter saat mengabadikan aktivitas penerbangan di Bandara Temindung Samarinda Selasa (1/5) siang tadi.

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Bandar Udara dengan aktivitas aviasi atau penerbangan ternyata punya penggemarnya sendiri. Tak terkecuali Bandara Temindung, Samarinda.

Adalah Spoter Samarinda, sekumpulan remaja Kota Tepian yang sudah 4 tahun giat memotret tinggal landas dan mendaratnya pesawat di bandara yang tak akan lagi berfungsi karena kehadiran Bandara Samarinda Baru (BSB) APT Pranoto.

Ketua Borneo Spoter  (BNO) Riza Noval Suhando menjelaskan, menekuni hobi memotret burung besi bukanlah hobi yang mudah lagi murah. "Kami sering berhadapan dengan pihak keamanan bandara. Tapi, sebenarnya justru kami paham betul, mengenai aturan dan standar keselamatan di area bandara," ujarnya kepada KoranKaltim.com Selasa (1/5) siang.

Kendati belum banyak terekspos  dan tak banyak peminatnya, karya mereka tak jarang menjadi barang bernilai mengingat Bandara Temindung tidak lama lagi berhenti beroperasi. 

Kenangan warga Samarinda mengenai Bandara ditengah kota ini, bisa saja ditemui dengan mudah di akun media sosial mereka. "Kami sering mendapati hasil foto kami dipakai menjadi foto pelengkap berita di surat kabar, sampai media online. Itu jadi kebanggaan buat kami" kata Riza. 

Sementara Mika, satu-satunya anggota wanita Samarinda Spoter membeberkan, karya mereka  bahkan digunakan oleh salah satu maskapai sebagai bahan promosi resminya. "Keuntungan lain di komunitas ini, kami bisa dapat ilmu dan pengetahuan di dunia aviasi langsung dari pelakunya," jelas Mika.

Bahkan di beberapa kota lain, berawal dari bergabung komunitas Spoter, tak jarang anggotanya menjadi seorang pilot atau bekerj dibidang aviasi. "Sekarang ini ada 4 orang pilot aktif, yang tercatat sebagai anggota kami," ungkapnya. (*)


Penulis: Rusdi

Editor: Aspian

Tags:

KomunitasBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Komunitas.