Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Komunitas

Hadirkan Delapan Grup Band, Gigs Soundaspace di Tenggarong Rabu Nanti Bakal Berlangsung Meriah

Koran Kaltim
29 Mei 2022
2.2K views
2 min
Seluruh pihak yang berkolaborasi serta perwakilan dari band-band yang bakal tampil pada gigs Soundaspace usai technical meeting di Kedai Kami, Minggu (29/5/2022). (Foto: Reza Fahlevi/Korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kedai Kami, tempat nongkrong anak muda di Kota Tenggarong yang berada di Jalan Pesut, bakal meriah Rabu (1/6/2022) malam nanti.

Pasalnya, di tempat tersebut akan tampil delapan grup band dari Kaltim untuk berkolaborasi dalam konser music skala kecil alias gigs yang diberi nama Soundaspace.

Tegar Restu Dovianda selaku ketua panitia menyebutkan, ini merupakan gigs perdana Soundaspace yang lahir secara independen dari kolaborasi  Dovilabs Syndicate, Forest Media, Srepet Squad, Kedai Kami, Circle Production Indonesia dan Izzy Production.

Kegiatan seperti ini sementara nantinya juga ada even yang berlangsung setahun sekali. Untuk gigs perdana ini focus pada penampilan band bergenre rock, menggandeng komunitas grafiti seperti Taikbabi! asal Tenggarong dan Junkees asal Samarinda.

"Komitmen kami untuk mencoba dan akan kami gelar gigs per tiga bulan sekali dan rancangan kami juga punya even tahunan sekali," kata Tegar kepada Korankaltim.com Minggu (29/5/2022) hari ini.

Gigs per tiga bulan sekali tidak menutup peluang bagi genre lain bahkan dangdut sekalipun untuk tampil  karena sesuai misinya, merangkul seluruh elemen musik yang ada. Semua genre musik akan diupayakan tampil pada acara tahunannya nanti.

Sementara delapan band yang tampil di gigs perdana ini antara lain Aftertells asal, Jayabaya Prophecy dan Midnight Dose serta Root Side Up dari Samarinda, Gimme New Rhime (Sangasanga), Monkey Mangkir (Balikpapan), Wishma dan Regret for Grave asal Tenggarong.

Diharapkan ajang ini bisa membuat grup band lain yang ada di Kota Raja bisa ambil bagian nantinya.

"Jadi total untuk Soundaspace perdana akan ada 8 band satu perwakilan dari etnis dan ada kawan-kawan graffiti juga yang saling support bersedia berkolaborasi bersama kami," jelasnya.

Sementara owner Kedai Kami, Lia Eliana sebagai tuan rumah sangat antusias dengan kegiatan ini. Ditengah keterbatasan diharapkannya gerakan ini akan berkembang seiring berjalannya waktu dan Lia berharap seluruh pihak dapat tetap solid sampai dengan digelarnya gigs perdana nanti.  

"Mewakili Kedai Kami, sekarang ini bukan lagi zamannya bersaing, semua berkolaborasi. Kalau bisa rame-rame lebih kokoh kenapa tidak," ucap wanita yang akrab disapa Teteh ini.

Sedangkan Gitaris Monkey Mangkir La Dores menyebut, gigs jadi peluang lagi bandnya untuk tampil sekaligus wadah saling support antarkomunitas dalam menghidupkan karya mereka.

"Karena esensi dari musik itu ditampilkan. Sebanyak apapun lagu dan album kalau tidak ditampilkan omong kosong," tegas La Dores.

Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur

Tags:

KomunitasBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Komunitas.