Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Komunitas

Faktor Cuaca jadi Kendala Utama, Penyelesaian Jalan Poros Tering–Ujoh Bilang Belum Rampung Sampai Saat Ini

Koran Kaltim
2 Januari 2026
0 views
3 min
Kunjungan Ekti dan jajaran untuk melihat progres pembangunan jalan poros Tering-Ujong Bilang.(Istimewa)

Penulis: Ainur Rofiah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pembangunan jalan poros Tering–Ujoh Bilang yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) hingga saat ini belum sepenuhnya rampung.

Dari total panjang 26 kilometer jalan beton yang terbagi dalam empat segmen, progres pekerjaan masih menyisakan sekitar 10 persen pada beberapa bagian.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Ekti Imanuel menyebut  dua segmen pembangunan telah dinyatakan selesai dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara. 

“Untuk segmen 1 dan segmen 3 sudah tuntas dan telah dilakukan PHO, sementara segmen 2 dan segmen 4 masih menyisakan pekerjaan,” ujar Ekti saat diwawancarai media ini Kamis (1/1/2025).

Kunjungannya pada 24 Desember 2025 lalu merupakan kali ketiga Ekti turun langsung ke lapangan guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.  Pengawasan tersebut menjadi bagian dari fungsi legislatif DPRD Kaltim terhadap proyek strategis daerah yang bertujuan membuka keterisolasian wilayah serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kaltim.

Dalam peninjauan tersebut, Ekti didampingi perwakilan Dinas PUPR-PERA Kaltim serta pihak kontraktor pelaksana. Terkait keterlambatan penyelesaian pada segmen 2 dan segmen 4, Ekti menjelaskan faktor cuaca menjadi kendala utama.  Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut menghambat proses pengerjaan di lapangan.

“Untuk segmen 2 dan segmen 4 masing-masing masih sekitar 10 persen. Meski secara persentase kecil, nilai volumenya cukup besar, mencapai lebih dari Rp3 Miliar,” sebut Ekti.

Melihat kondisi tersebut, Ekti membuka peluang bagi kontraktor untuk melakukan perpanjangan masa kerja melalui addendum kontrak. 

Langkah tersebut perlu dipertimbangkan agar penyelesaian pekerjaan tidak dilakukan secara terburu-buru demi mengejar tenggat waktu, yang berpotensi menurunkan kualitas hasil pembangunan. “Yang terpenting bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi kualitas jalan harus benar-benar terjaga. Jalan ini memiliki peran vital bagi masyarakat,” tegasnya.

Jalan poros Tering–Ujoh Bilang bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan menjadi urat nadi akses utama bagi masyarakat Mahulu. 

Apabila seluruh ruas sepanjang 26 kilometer ini dapat tersambung, maka sisa jalan menuju pusat pemerintahan di Ujoh Bilang tinggal sedikit lagi. “Ini sangat menentukan mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik ke Mahulu ke depannya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ekti juga menyoroti kesiapan kontraktor sejak awal pelaksanaan proyek. Kontraktor seharusnya memiliki fasilitas pendukung seperti mesin pemecah batu (crusher) sendiri. 

Pasalnya, pengambilan material dari luar daerah membutuhkan jarak tempuh yang jauh dan biaya besar, sehingga tidak sejalan dengan rencana anggaran biaya (RAB). “Hal ini sudah saya sampaikan sejak awal. Kesiapan alat dan material sangat penting agar pekerjaan berjalan optimal, terutama dengan kondisi geografis yang cukup menantang,” tutup Ekti.


Editor: Aspian Nur

Tags:

KomunitasBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Komunitas.