Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kutai Kartanegara

Petani Sawit di Jonggon Kukar Syok, Kebun Tiga Hektare Diduga Dirusak Orang Tak Dikenal

Koran Kaltim
10 Juli 2026
0 views
2 min
Tangkapan Layar Lahan sawit warga Jonggon rata dengan tanah serta hunian pondok hancur diduga akibat ulah orang tidak dikenal. (Foto: Dok.Facebook)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Dugaan penggusuran yang disertai perusakan lahan perkebunan kelapa sawit dan pondok milik warga di wilayah Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memicu trauma mendalam bagi korban. 

Perkebunan sawit produktif seluas sekitar tiga hektare yang telah dirawat selama bertahun-tahun dilaporkan hancur setelah dirusak oleh orang tak dikenal.

Berdasarkan video yang diunggah akun media sosial Nita Shoop, korban mengaku tidak hanya kehilangan ratusan pohon kelapa sawit yang telah memasuki masa panen, tetapi juga pondok tempat tinggal dan berbagai aset penunjang aktivitas berkebun.

Dalam video tersebut, korban memperlihatkan kondisi lahan yang telah rata dengan tanah. Pondok yang biasa digunakan sebagai tempat beristirahat tampak hancur dan berantakan, sementara area perkebunan dipenuhi batang-batang sawit yang telah dicincang.

Korban menyebut sekitar 300 hingga 400 pohon kelapa sawit siap panen ditebang habis. Selain itu, sekitar 1.500 bibit kelapa sawit di area utama serta ribuan bibit cadangan yang berada di belakang pondok dilaporkan hilang dari lokasi pembibitan.

Tak hanya tanaman, berbagai fasilitas pendukung juga disebut raib. Panel surya, aki pembangkit listrik, drum penampung air, gerobak angkong, hingga hewan ternak berupa ayam dilaporkan ikut diangkut oleh oknum yang diduga melakukan pengrusakan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku kehilangan sumber penghidupan sekaligus tempat beraktivitas. Hingga kini, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas dugaan perusakan dan pengambilan aset tersebut.

“Hancur sehancur-hancurnya. Kami tidak tahu lagi harus tidur di mana. Mereka betul-betul tidak punya hati, bukan manusia,” ungkap korban, Jumat (10/6/2026).

Bagi korban, kebun kelapa sawit ini merupakan satu-satunya harapan besar untuk menyambung hidup dan membiayai keluarga. Modal yang dikeluarkan untuk membeli bibit unggul dan biaya perawatan harian tidaklah sedikit. 

Korban menilai tindakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal tersebut sangat kejam karena merusak tanaman yang dirawat bertahun-tahun dan merusak semua asetnya. “Pondok pun dibongkar diacak-acak dan hancur,” ucapnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma berat dan kebingungan untuk mencari keadilan karena seluruh modal usaha dan tempat tinggalnya sudah rata dengan tanah. 

Sementara, Kapolsek Loa Kulu, AKP H Hari Supranoto mengaku belum mendapatkan laporan terkait insiden tersebut. 

“Kami mengimbau kepada warga jika memang ada kejadian bisa di laporkan sambil di kuatkan saksi dan legal standingnya,” tuturnya.

Editor: Erwin

Tags:

Kutai KartanegaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kutai Kartanegara.