Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Jagat media sosial dihebohkan dengan video pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Lokasi pembangunan yang berada di kawasan perbukitan Bukit Teratai memicu beragam komentar warganet karena dinilai jauh dari permukiman dan sulit dijangkau masyarakat.
Menanggapi polemik yang viral tersebut, Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan bukan keputusan tanpa dasar, melainkan mengikuti ketentuan yang diatur dalam regulasi pemerintah.
Menurut Arsyad, aturan mewajibkan gedung KDMP dibangun di atas aset milik pemerintah desa dengan luas lahan minimal 1.000 meter persegi. Selain itu, pemerintah desa tidak diperbolehkan membeli lahan baru maupun menyewa tanah milik pihak swasta untuk pembangunan koperasi.
"Desa kami cuma ada lahan pemerintah di Bukit Teratai itu. Memang posisinya di atas bukit, tapi itu satu-satunya aset lahan kita yang clear secara aturan," kata Arsyad, Minggu (12/7/2026).
Arsyad juga menepis tudingan lokasi tersebut terisolasi. Pihak desa justru sudah melakukan pematangan lahan dan membangun jalan semenisasi untuk menuju lokasi.
Saat ini, wilayah sekitar bukit juga sudah padat oleh rumah penduduk. Kemudian, lokasi ini juga menawarkan pemandangan alam yang indah.
"Nanti lokasi ini justru berpotensi besar kita kembangkan jadi tempat wisata baru desa," ujarnya.
Kata dia, gedung koperasi sengaja dibangun berdampingan dengan unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) budidaya ayam petelur.
Saat ini, peternakan BUMDes tersebut mengelola sebanyak 1.000 ekor ayam dengan produksi mencapai 24 hingga 26 piring telur per hari.
Pasar telur mereka sudah menembus sektor korporasi besar. Mulai dari memasok program CSR warga wilayah tambang PT ABK, hingga menjadi pemasok mingguan bagi pabrik roti minimarket.
Ke depan, KDMP akan menjual kebutuhan pokok, pupuk, dan pakan ternak untuk melayani mayoritas warga yang bekerja sebagai petani dan pembudidaya ikan keramba. Kehadiran koperasi ini akan memotong rantai pasok bisnis peternakan desa.
"Koperasi dan BUMDes ayam petelur ini akan bersinergi. Kami harap pakan ayam tidak perlu lagi mengambil jauh-jauh di wilayah luar Kukar, kita sudah sediakan langsung di KDMP. Ini akan memotong jalur distribusi dan saling menguntungkan," pungkasnya.
Editor: Erwin




